Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem 16–22 Januari 2026 di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem 16–22 Januari 2026 di Sejumlah Wilayah Indonesia

bmkg-keluarkan-peringatan-potensi-cuaca-ekstrem-16–22-januari-2026-di-sejumlah-wilayah-indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem 16–22 Januari 2026 di Sejumlah Wilayah Indonesia
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 16–22 Januari 2026. Cuaca ekstrem ini diprakirakan berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang, sehingga berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

BMKG mencatat, dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di berbagai wilayah mengalami peningkatan signifikan, terutama di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer pada skala global, regional, hingga lokal.

“Salah satu faktor utama adalah keberadaan sirkulasi siklonik di selatan Nusa Tenggara Barat yang berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S,” demikian BMKG dalam keterangan resminya diakses Jumat (16/1/2026).

BMKG menyebukan, penguatan monsun dingin Asia turut membawa massa udara lembap dari Laut China Selatan yang melintasi Selat Karimata hingga Pulau Jawa. Gabungan sistem tersebut membentuk dan memperkuat daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga sangat mendukung pertumbuhan awan hujan tebal.

Dinamika atmosfer sepekan ke depan
BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer pada sepekan ke depan masih cukup aktif. Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif atau La Nina lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Pada saat yang sama, suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia terpantau relatif hangat. Suhu laut tersebut memperkaya kandungan uap air di atmosfer dan meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat.

BMKG juga memantau aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan melintasi wilayah Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, perairan utara Papua, hingga pesisir utara Papua. Aktivitas MJO ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga terpantau aktif dan memperkuat proses pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Pengaruh bibit dan siklon tropis
BMKG juga mengungkapkan keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, tepatnya di utara Maluku Utara. Siklon ini diprakirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum hingga 35 knot dan bergerak ke arah barat laut.

“Keberadaan sistem ini turut memengaruhi pola angin, khususnya di wilayah utara Indonesia bagian timur,” tulis BMKG.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S diprakirakan bergerak relatif persisten dengan kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot. Sistem ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir barat Sumatera, Laut Jawa, Selat Makassar, hingga wilayah timur Indonesia, sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya.

BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia yang ditandai dengan perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi serta meningkatnya kecepatan angin di Laut China Selatan. Kondisi ini memperkuat masuknya monsun Asia ke Indonesia, terutama melalui Selat Karimata, dan berpotensi meningkatkan cuaca ekstrem di Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa.

Wilayah berpotensi terdampak
BMKG memetakan potensi hujan lebat dan angin kencang pada periode 16–22 Januari 2026 di berbagai wilayah, terutama di Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang, khususnya pada periode 16–18 Januari dan 19–22 Januari 2026.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini yang dikeluarkan BMKG dan instansi terkait.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.