Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. BPOM: Izin Penggunaan Vaksin Campak Berbasis Bukti Ilmiah Kuat

BPOM: Izin Penggunaan Vaksin Campak Berbasis Bukti Ilmiah Kuat

bpom:-izin-penggunaan-vaksin-campak-berbasis-bukti-ilmiah-kuat
BPOM: Izin Penggunaan Vaksin Campak Berbasis Bukti Ilmiah Kuat
service

Indonesia tengah menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak pada tahun 2026. Hingga minggu ke-11 tahun 2026, Kementerian Kesehatan mencatat 58 KLB campak terjadi di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Minggu berikutnya, tren kasus telah mengalami penurunan signifikan sebesar 93%, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026.

Di tengah tren penurunan tersebut, kewaspadaan tetap diperlukan. Data nasional masih mencatat terjadinya 10 kasus kematian akibat campak. Sekitar 8% kasusnya terjadi pada kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun. Kelompok ini diketahui memiliki risiko keparahan serius, terutama akibat faktor komorbid dan intensitas paparan yang tinggi.

BPOM bergerak cepat dalam merespons dan menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dengan memastikan ketersediaan dan akses vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Hingga hari ini, BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak, selain untuk anak, juga untuk kelompok dewasa.

“Vaksin yang disetujui ini meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR) dan Measles-Mumps-Rubella (MMR) dan juga vaksin Measles tunggal,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Kantor BPOM, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga sangat mengharapkan langkah ini dapat memperluas perlindungan, khususnya bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan serta penggunaan bagi kelompok berisiko lainnya. Ia menambahkan bahwa saat ini kelompok yang menjadi prioritas vaksinasi campak pada dewasa selain tenaga kesehatan. Yaitu pelaku perjalanan internasional yang memiliki mobilitas tinggi, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais (memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah) yang rentan terhadap infeksi.

Persetujuan penggunaan vaksin campak pada kelompok dewasa tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi data ilmiah yang komprehensif terhadap aspek khasiat dan keamanan. Evaluasi ilmiah ini dilakukan pada Rapat Komite Nasional (KOMNAS) khusus vaksin yang melibatkan para ahli imunologi, epidemiologi, penyakit infeksi, farmasi, kesehatan masyarakat, serta perwakilan organisasi profesi dan regulator.

Berdasarkan data WHO Position Paper serta bukti yang diperoleh tentang penggunaan obat atau vaksin secara nyata di masyarakat (real world evidence/RWE), vaksin ini dinyatakan memiliki profil keamanan yang baik. Vaksin juga dapat ditoleransi dengan baik pada kelompok dewasa dengan profil khasiat dan keamanan yang meyakinkan.

BPOM juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana pelaksanaan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya pengendalian KLB secara nasional. Vaksin yang dapat digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi ini diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah. Sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan dan khasiat. “Termasuk untuk populasi dewasa yang sebelumnya belum menjadi sasaran utama,” katanya.

Selama ini, program vaksinasi campak di Indonesia telah berjalan luas dan terintegrasi dengan fokus utama pada kelompok anak. Upaya ini terbukti efektif dalam menurunkan angka kejadian campak secara signifikan. Namun, seiring dinamika epidemiologi, perhatian terhadap kelompok dewasa kini menjadi semakin penting.

BPOM menekankan penguatan surveilans tetap menjadi kunci dalam mencegah perluasan KLB, melalui deteksi dini kasus, pelaporan cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia. BPOM juga memastikan setiap keputusan penggunaan vaksin dilakukan berbasis bukti ilmiah yang kuat dan sesuai standar global.

“Penanganan KLB campak tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat,” tutur Taruna Ikrar.

Dengan adanya persetujuan penggunaan vaksin campak untuk dewasa ini, diharapkan upaya pengendalian campak di Indonesia dapat semakin optimal. Perluasan cakupan populasi baik pada anak maupun dewasa, mampu menjaga keberlangsungan layanan kesehatan yang aman. Khususnya melalui perlindungan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.