Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Cara Mengasuh Anak saat Bencana Alam dan Ketika Orang Tua Bercerai

Cara Mengasuh Anak saat Bencana Alam dan Ketika Orang Tua Bercerai

cara-mengasuh-anak-saat-bencana-alam-dan-ketika-orang-tua-bercerai
Cara Mengasuh Anak saat Bencana Alam dan Ketika Orang Tua Bercerai
service

Mubadalah.id – Pengasuhan anak tidak selalu berlangsung dalam situasi ideal. Dalam kondisi tertentu, seperti ketika terjadi bencana alam atau saat orang tua menghadapi perceraian, kebutuhan anak terhadap rasa aman, perhatian, dan pendampingan justru menjadi semakin besar.

Pada situasi-situasi seperti ini, orang tua dan keluarga perlu memahami langkah-langkah pengasuhan yang tepat agar hak-hak anak tetap terpenuhi, kondisi psikologisnya terjaga, dan tumbuh kembangnya tidak terganggu oleh keadaan yang sulit.

Pengasuhan Anak dalam Situasi Bencana Alam

Pertama, menempatkan anak di tempat yang paling aman/terlindungi.

Kedua, menempatkan anak di lingkungan yang mereka kenal, di antara orang-orang yang ia kenal agar ia merasa aman dan nyaman. Ketika anak berada di lingkungan yang asing, maka anak akan semakin cemas. Maka dari itu, hindari anak dipisahkan dari keluarga, kerabat, atau komunitasnya.

Ketiga, situasi bencana sangat mungkin membuat anak trauma. Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, hiburan, serta kegiatan-kegiatan yang menyenangkan agar mereka cepat melupakan pengalaman traumanya.

Keempat, perlu memperhatikan dan mengukur sejauh mana trauma dan dampak buruk yang ia alami. Segala upaya perlu dilakukan untuk memulihkan kondisi kejiwaan anak. Jika diperlukan, bantuan para ahli (dokter/psikolog/pendamping anak) akan sangat membantu.

Ketika Suami dan Istri Bercerai

Perceraian sudah pasti akan berdampak buruk pada anak. Dalam hal ini, anak akan selalu menjadi korban. Namun, seandainya memang cerai adalah keputusan yang orang tua pilih, maka anak tetap memiliki hak-hak yang sama yang harus tetap terpenuhi sepenuhnya.

Islam mengatur hak asuh anak agar mereka tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan tetap mendapatkan kebaikan. Jika anak ia biarkan tanpa ada penanggung jawab, maka anak akan terabaikan dan dapat terancam bahaya tanpa ada yang melindungi.

Tanggung jawab terhadap pemenuhan hak-hak anak ketika orang tua bercerai tetap harus menjadi tanggung jawah dari kedua orang tuanya serta kerabat/keluarga besar yang masih memiliki hubungan darah. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 111

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.