Mubadalah.id – Yang penting, jaga kebersihan! Saat haid tiba, Anda memerlukan penampungan darah yang keluar dari vagina.
Di toko dan warung tersedia pembalut dalam kemasan yang dibuat oleh pabrik, dan bila harganya terjangkau Anda bisa memakainya. Pembalut ini melekat pada celana dalam dengan lem khusus, Anda tinggal menempelkannya dan takkan mudah bergeser.
Bila harga pembalut terlalu mahal, Anda bisa mencoba apa yang dilakukan banyak perempuan di seluruh dunia, termasuk barangkali nenek atau ibu Anda dahulu: gunakan kain yang bisa menyerap cairan, dilipat dengan ukuran yang sesuai dengan celana dalam.
Bisa juga memakai gumpalan-gumpalan kapas di dalamnya. “Popok” ini Anda lekatkan pada celana dalam dengan bantuan peniti (hati-hati bila memakainya), atau Anda ikat dengan tali atau sobekan kain ke pinggul.
Gantilah “popok” beberapa kali sehari, atau bila sudah terasa “penuh” dan tidak nyaman lagi. Sesudah Anda pakai, kapasnya harus Anda buang, dan kainnya bisa Anda cuci bersih untuk Anda gunakan lagi.
Di toko atau apotek juga menjual sebuah alat penampung darah haid yang bernama tampon. Alat ini Anda masukkan ke dalam vagina.
Anda pun bisa membuat sendiri tampon dari kapas, kain, atau spons. Kalau memilih alat ini, usahakan menggantinya paling sedikit 2 kali sehari. Jangan sampai membiarkan satu tampon berada dalam vagina lebih dari satu hari. Ini bisa menyebabkan infeksi yang membahayakan.
Setiap hari, basuhlah vagina dengan air bersih dan sabun agar sisa-sisa darah sebelum mengganti pembalut atau tampon bisa lepas. Kalau bisa, gunakan sabun yang lembut.
Kegiatan Sehari-hari
Sebetulnya Anda bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti biasa:
Pertama, saat haid, mandi merupakan kegiatan yang menyehatkan.
Kedua, olahraga bisa meringankan rasa sakit yang sebagian gadis praremaja rasakan ketika sedang datang bulan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 73.





Comments are closed.