Wed,9 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Cegah Kecelakaan Fatal, Pembalap Reli Nasional Bagikan Tips Hindari Microsleep saat Mudik dan Arus Balik

Cegah Kecelakaan Fatal, Pembalap Reli Nasional Bagikan Tips Hindari Microsleep saat Mudik dan Arus Balik

cegah-kecelakaan-fatal,-pembalap-reli-nasional-bagikan-tips-hindari-microsleep-saat-mudik-dan-arus-balik
Cegah Kecelakaan Fatal, Pembalap Reli Nasional Bagikan Tips Hindari Microsleep saat Mudik dan Arus Balik
service

Semarang, NU Online

Microsleep atau tidur singkat yang terjadi tanpa disadari saat berkendara menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang kerap luput dari perhatian pengendara. Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi pada momen mudik atau arus balik lebaran.

Pada kecepatan 60-80 kilometer per jam, memejamkan mata selama tiga detik saja dapat membuat kendaraan melaju puluhan meter tanpa kendali.

Pembalap reli nasional, Rifat Helmy Sungkar, mengingatkan bahwa microsleep bisa terjadi dalam hitungan detik tanpa disadari oleh pengemudi. 

“Hal ini biasanya dipicu oleh kelelahan, kurang istirahat, serta menurunnya kadar oksigen dalam tubuh. Gejalanya pun sering kali dianggap sepele, seperti menguap berulang kali, mata terasa berat, pandangan mulai tidak fokus, hingga menurunnya konsentrasi saat mengemudi,” kata Rifat Sungkar yang diunggah dalam akun media sosialnya @rifato. Senin (24/3/2026) diberitakan NU Online Jateng.

Menurutnya, kondisi tersebut menandakan tubuh sudah tidak optimal untuk berkendara. Jika dipaksakan, risiko kehilangan kendali kendaraan menjadi sangat besar. Oleh karena itu, pengemudi perlu mengenali tanda-tanda awal microsleep agar dapat segera mengambil tindakan pencegahan.

Untuk mengantisipasi microsleep, terdapat beberapa langkah sederhana namun penting yang dapat dilakukan selama perjalanan. Pertama, membuka kaca mobil guna meningkatkan sirkulasi udara agar kadar oksigen dalam kabin tetap terjaga. Kedua, memperbanyak konsumsi air mineral untuk menjaga hidrasi tubuh. Ketiga, apabila rasa kantuk mulai muncul, pengemudi tidak disarankan untuk memaksakan diri tetap berkendara.

Sebaliknya, segera cari tempat istirahat yang aman, seperti rest area atau lokasi yang diperbolehkan untuk berhenti. Istirahat singkat selama 15-20 menit dinilai cukup efektif untuk memulihkan kondisi tubuh. Dengan beristirahat sejenak, tubuh akan kembali segar dan konsentrasi dapat pulih sebelum melanjutkan perjalanan.

Rifat menegaskan bahwa tujuan utama berkendara bukan sekadar sampai di tempat tujuan, tetapi sampai dengan selamat. Prinsip ini penting untuk dipegang, terutama saat perjalanan jauh seperti mudik Lebaran yang kerap diwarnai kelelahan akibat durasi perjalanan panjang.

Selain kewaspadaan terhadap microsleep, pengemudi juga perlu memahami etika berkendara di jalan tol, khususnya saat diberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way). Dalam kondisi ini, pengemudi menggunakan jalur yang tidak biasa, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan.

Ia menjelaskan, meskipun kendaraan melaju di jalur yang berbeda dari biasanya, posisi setir tetap berada di sisi kanan. Oleh karena itu, jika ingin berhenti, pengemudi tetap harus menggunakan bahu jalan sebelah kiri, bukan kanan. 

Kesalahan persepsi kerap terjadi karena pengemudi menganggap sisi kanan sebagai bahu jalan yang aman untuk berhenti. Padahal, tindakan tersebut justru dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Lebih lanjut, pengemudi juga diimbau untuk tidak mencoba kembali ke jalur normal setelah memasuki jalur one way. Rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk menjaga kelancaran arus kendaraan secara menyeluruh. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat menimbulkan kemacetan hingga potensi kecelakaan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.