Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Cegah Merokok Sejak Dini Melalui Kampanye Sehat Tanpa Rokok

Cegah Merokok Sejak Dini Melalui Kampanye Sehat Tanpa Rokok

cegah-merokok-sejak-dini-melalui-kampanye-sehat-tanpa-rokok
Cegah Merokok Sejak Dini Melalui Kampanye Sehat Tanpa Rokok
service

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kenvue Indonesia, dan Guardian Indonesia meluncurkan Kampanye #SehatTanpaRokok.

Diluncurkan sebagai bagian dari Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 di JW Marriott Hotel Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026, kampanye ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan merokok sejak dini melalui edukasi kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin P. Octavianus menegaskan pencegahan harus menjadi fokus utama dalam pengendalian tembakau di Indonesia, terutama pada kelompok usia muda yang rentan mulai merokok.
Menurutnya, gerakan ini harus masuk ke lingkungan sekolah secara masif, bahkan dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal agar anak-anak mendapatkan pemahaman yang berkelanjutan.

“Kalau kita tahu usianya 14 tahun [mulai merokok], maka gerakan ini harus dimulai di SMP secara masif,” kata Benny.

Ia menilai, edukasi kesehatan perlu diberikan secara ilmiah agar anak-anak dan remaja memahami dampak merokok terhadap kesehatan sejak dini.

“Kita perlu lebih banyak mengedukasi masyarakat secara ilmiah mengenai dampak merokok terhadap tubuh. Orang dididik untuk mengerti dampak fisiologis daripada merokok terhadap paru, terhadap organ tubuh itu apa,” ujarnya.

Menanggapi tren penggunaan rokok elektronik dan vape di kalangan anak muda, ia menegaskan produk itu tidak dapat dianggap aman. Kandungan nikotin dan aerosol pada rokok elektronik tetap dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, mengganggu fungsi alveoli paru, serta meningkatkan risiko kerusakan paru dalam jangka panjang.

“Kerusakannya sama dengan merokok, enggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru maka fungsi paru kita pasti akan menurun,” katanya.

Melalui momentum ini, Benny mengajak generasi muda menjadikan kesehatan sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Ia meyakini edukasi yang tepat akan membantu anak-anak dan remaja memahami risiko merokok sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih sehat.

“Kalau kalian ingin berprestasi, siapa sih yang enggak ingin hidup sehat? Saya yakin generasi muda kita akan menjadi generasi emas di tahun 2045. Mereka harus peduli bahwa kesehatan itu sangat penting karena mereka calon pemimpin masa depan,” tuturnya.

“Kita bicarakan agar mencerdaskan mereka sehingga mereka mengerti apa dampak daripada merokok dan mereka sendiri yang akan menolak.”

Pemerintah saat ini juga tengah menyelesaikan regulasi yang bertujuan mengurangi daya tarik produk tembakau, terutama bagi anak dan remaja. Selain regulasi, pengendalian tembakau perlu diperkuat melalui edukasi, promosi kesehatan, dan keterlibatan berbagai pihak.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, William Adi Teja, menyampaikan upaya menurunkan prevalensi perokok membutuhkan berbagai pendekatan yang saling melengkapi.

“Untuk menghentikan rokok itu sangat banyak caranya. Salah satunya ada produk pengganti. Tentunya ada juga kawasan bebas rokok, kemudian juga adanya edukasi,” ujar William.

BPOM mendukung pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah yang dapat membantu masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok.

Pengendalian tembakau membutuhkan kolaborasi lintas sektor mengingat tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Perluasan akses terhadap produk terapi pengganti nikotin yang aman dan berbasis bukti dapat menjadi salah satu pilihan solutif.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia, Arief Riadi Arifin, menilai pencegahan pada kelompok usia muda merupakan langkah paling efektif untuk menekan jumlah perokok baru di Indonesia. Mengingat sebagian besar perokok mulai merokok pada usia remaja, edukasi kesehatan berbasis sains perlu diperkuat di sekolah dan lingkungan pendidikan secara masif.

“Kalau sudah merokok, sudah adiksi puluhan tahun, untuk stop itu tidak mudah,” kata Arief.

Edukasi harus dilakukan secara masif. Kalau kita tahu usianya (perokok muda) 14 tahun, maka gerakan ini harus dimulai sejak sekolah dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak dan remaja.

Kampanye #SehatTanpaRokok mengusung semangat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya tembakau dan nikotin, sekaligus memperluas akses terhadap dukungan berhenti merokok. Melalui keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, sektor swasta, tenaga kesehatan, akademisi, dan media, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang terdorong untuk menjalani hidup lebih sehat tanpa rokok.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.