Mubadalah.id – Bila memiliki salah satu problem — atau lebih — yang dipaparkan di bawah ini, berarti proses kehamilan dan kelahiran bayi kelak berisiko tinggi. Usahakan merencanakan kelahiran di puskesmas atau rumah sakit agar memperoleh bantuan tenaga terlatih. Bila mungkin, lakukan perawatan prakelahiran. Inilah ciri-ciri ibu hamil berisiko tinggi:
Pertama, pengidap anemia. Anemia atau kurang sel-sel darah merah menyebabkan ibu hamil berisiko mengalami perdarahan berlebihan saat melahirkan, jatuh sakit dan lemah sesudah melahirkan. Bahkan bisa berakhir dengan kematian.
Kedua, mengidap penyakit gula (diabetes). Selain mengancam ibu, diabetes bisa mengancam bayi. Bayi bisa meninggal dalam kandungan, atau kadang tumbuh sampai begitu besar sehingga terjepit di pinggul dan tidak bisa keluar tanpa bantuan alat-alat medis khusus.
Ketiga, pengidap tekanan darah tinggi. Ibu hamil yang menderita tekanan darah tinggi sering mengalami sakit kepala berat, kejang-kejang, dan bisa meninggal.
Ibu yang Tidak Muda Lagi
Keempat, ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi. Khususnya bila sudah melewati usia muda dan sebelum kehamilan ini sudah sering melahirkan, ada risiko persalinan yang sangat sulit serta perdarahan parah sehabis melahirkan.
Kelima, remaja hamil di bawah usia 17. Toksemia yang menyebabkan kejang, proses persalinan yang lama dan sulit, bayi lahir prematur atau sebelum waktunya, adalah risiko-risiko utama remaja di bawah usia 17 yang hamil. Semua risiko itu dapat berakibat pada kerusakan kandung kemih, vagina, dan rahim.
Keenam, ibu-ibu yang dahulu pernah mengalami kesulitan dalam kehamilan sebelumnya. Jika pernah hamil dan melahirkan sebelumnya, dan pada waktu itu Anda mengalami kejang, perdarahan yang parah, bayi lahir prematur, bayi lahir terlalu kecil, bayi meninggal dalam kandungan, atau bayi lahir lewat operasi Caesar atau dengan bantuan alat-alat medis, maka Anda lebih rentan terhadap risiko-risiko serupa pada kehamilan dan kelahiran berikutnya.
Ketujuh, ibu-ibu yang cacat. Bila Anda cacat, khususnya lumpuh atau sulit berjalan tanpa bantuan, kemungkinan proses kehamilan dan kelahiran bayi nanti sulit. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 97.





Comments are closed.