Yuk, segera ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Di balik kejadian alam, kerusakan lingkungan, hingga kerugian negara ada cerita masyarakat yang seringkali tak pernah muncul. Ada kerusakan lingkungan, ekonomi dan budaya yang tak pernah dihitung dalam angka oleh pemerintah. Pembangunan ekonomi menjadi salah satu tolak ukur yang seringkali hanya ilusi bagi masyarakat di sekitarnya. Sementara itu, masyarakat dan alam terus berupaya melakukan adaptasi. Dalam kurun waktu terakhir, terdapat berbagai dinamika yang menunjukkan persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Dari Pulau Jawa, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur, ada cerita inspiratif hingga jejak gelap yang berkaitan dengan masa depan lingkungan hidup kita. Alam yang semakin sulit diprediksi berjalan bersamaan dengan aktivitas manusia yang meninggalkan dampak buruk bagi lingkungan. Dari jejak tambang emas ilegal yang menyeret kerugian negara dan pencemaran merkuri, kehidupan nelayan kepiting di mangrove bangkalan, kemandirian energi warga Desa Banasu melalui mikro hidro hingga peluang ekonomi bambu di Flores. Kisah ini akan menggambarkan bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Ada yang sebagai perusak demi kepentingan sesaat, ada pula yang menjadi penjaga kelestarian alam untuk jangka panjang. Mari simak lebih lanjut kisahnya lewat artikel pilihan bulan ini dalam Mongabay Snaps! 1. Jejak panjang kerugian negara akibat tambang emas ilegal Deretan ponton yang beroperasi di sungai di kawasan Geopark Silokek sebelum hanyut. Foto: Novia Harlina/Mongabay Indonesia. Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus marak terjadi di Indonesia. Data PPATK menunjukkan nilai transaksi mencurigakan yang mencapai angka Rp1.000 triliun dalam dua tahun terakhir. Sayangnya, pemerintah tidak tegas dalam penanganan kasus ini.…This article was originally published on Mongabay
Dari Jejak Tambang Illegal hingga Upaya Warga Lestarikan Hutan
Dari Jejak Tambang Illegal hingga Upaya Warga Lestarikan Hutan





Comments are closed.