Sun,19 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menelisik Bisnis Minyak Hati Hiu

Menelisik Bisnis Minyak Hati Hiu

menelisik-bisnis-minyak-hati-hiu
Menelisik Bisnis Minyak Hati Hiu
service

Sulla, bukan nama sebenarnya,  pamit sebentar untuk masuk ke kamar. Sesaat kemudian dia keluar dengan dua botol produk berbahan minyak hati hiu di tangan. Satu botol berisi cairan 100 ml. Satunya, kapsul 60 butir. Dia pasarkan produk itu lewat platform media sosial, seperti Facebook, dan Tiktok. Marketplace macam Shopee juga menjadi pilihan Sul untuk membuka lapak dagangan. Untuk botol ukuran 100 ml, dia patok harga Rp112.500 per botol, harga sama untuk kapsul 60 butir. Isi 30 butir Rp58.500 dan Rp215.000 untuk isi 120 butir. Bahan baku dia beli dalam bentuk minyak hati curah dari para nelayan Tanjung Luar. Setelah itu, dia kemas dalam botol berlabel. Proses produksi kapsul Sul lakukan secara manual menggunakan mesin press  bantuan pemerintah. Bahan-bahan lain seperti cangkang kapsul dan botol kemasan dia beli secara online. Dalam sebulan, Sul menghabiskan 4-5 liter bahan baku untuk jualan. Bahan baku itu dengan mudah dia dapatkan dari nelayan penangkap hiu yang cukup banyak di Tanjung Luar. Seorang nelayan di Lombok Timur membelah bagian tubuh hiu guna diambil hatinya. Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia. Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar, jadi satu  titik pendaratan nelayan hiu di Lombok. Abdulgus, bukan nama sebenarnya,  sejak 1999, aktif tangkap hiu. Saban tahun, terutama kurun Oktober-April, kala musim angin timur berhembus, pria asal Tanjung Luar itu melepas tambatan perahu untuk berburu hiu. Terkadang dia melaut berdua menggunakan kapal berukuran 5 GT menyusuri perairan Lombok yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Lokasinya sekitar 20 mil dari bibir pantai. Rawai dasar (bottom longline) dengan 400 mata…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.