Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Dugaan Pelecehan Seksual di Jatisari Madiun Berakhir Damai

Dugaan Pelecehan Seksual di Jatisari Madiun Berakhir Damai

dugaan-pelecehan-seksual-di-jatisari-madiun-berakhir-damai
Dugaan Pelecehan Seksual di Jatisari Madiun Berakhir Damai
service

Madiun (beritajatim.com) – Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di wilayah Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan. Proses mediasi ditempuh setelah polisi menemukan indikasi bahwa terduga pelaku mengalami keterbelakangan mental.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban berinisial CDA (27), warga Desa Uteran, Kecamatan Geger, saat itu sedang berada di sekitar Lapangan Desa Jatisari untuk membeli jajanan pentol.

Di lokasi tersebut, korban diduga mendapat perlakuan tidak senonoh dari ADP (24), warga Desa Nglandung. Aksi pelaku membuat korban syok hingga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Geger.

Kapolsek Geger AKP Dadang Arif mengatakan, setelah terduga pelaku diamankan dan dimintai keterangan, penyidik menemukan adanya indikasi gangguan intelektual yang dialami pelaku.

“Dari keterangan keluarganya, yang bersangkutan memang memiliki keterbatasan. Saat dimintai keterangan juga tidak nyambung. Kami bertanya satu hal, jawabannya justru hal lain sehingga proses pemeriksaan tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Dadang, Rabu (8/7/2026).

Dengan kondisi tersebut, kepolisian kemudian menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pihak korban. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, korban bersama keluarga akhirnya bersedia menyelesaikan perkara melalui jalur mediasi.

Sebelum pelaku diamankan, korban sempat memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya. Keduanya kemudian mengejar pelaku hingga terjadi adu fisik.

“Korban bersama suaminya sempat mengejar pelaku. Pengejaran baru berhenti setelah motor pelaku kehabisan bensin. Saat itu juga sempat terjadi perkelahian dengan suami korban sebelum akhirnya warga membantu mengamankan pelaku,” jelasnya.

Mediasi dilaksanakan dengan menghadirkan unsur tiga pilar, yakni pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perwakilan keluarga kedua belah pihak. Hasilnya, perkara disepakati diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski demikian, Polsek Geger memastikan tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan pelaku agar tidak kembali melakukan perbuatan yang berpotensi meresahkan masyarakat.

“Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan keluarga maupun pemerintah desa. Harapannya kejadian serupa tidak terulang dan situasi kamtibmas tetap kondusif,” pungkas Dadang. (rbr/ian)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.