Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Ekspedisi Hutan Merdeka: Lima Pesepeda Gowes 1.700 Kilometer Suarakan Perlindungan Orangutan Tapanuli

Ekspedisi Hutan Merdeka: Lima Pesepeda Gowes 1.700 Kilometer Suarakan Perlindungan Orangutan Tapanuli

ekspedisi-hutan-merdeka:-lima-pesepeda-gowes-1.700-kilometer-suarakan-perlindungan-orangutan-tapanuli
Ekspedisi Hutan Merdeka: Lima Pesepeda Gowes 1.700 Kilometer Suarakan Perlindungan Orangutan Tapanuli
service

Lima orang pesepeda dari Komunitas Sepeda Chemonk bersama Satya Bumi resmi memulai perjalanan 1.700 kilometer mereka untuk kampanye perlindungan hutan dan orangutan, khususnya orangutan Tapanuli. Perjalanan dimulai dari Taman Pandang, Monas Jakarta menuju titik akhir Batang Toru, Sumatera Utara.

Perjalanan diperkirakan akan memakan waktu 18 hari untuk sampai di titik akhir pada 19 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Orangutan Internasional. Dalam perjalanan ini, mereka membawa pesan “No Second Home, Restore Their Forest”.

Perjalanan lima pesepeda dari Jakarta menuju Batang Toru bertajuk Ekspedisi Hutan Merdeka. Ekspedisi Hutan Merdeka merepresentasikan sebuah narasi besar, tak hanya perlindungan orangutan khususnya Orangutan Tapanuli, tapi juga “memerdekakan hutan” sebagai habitat dan ruang hidup mereka dari deforestasi dan eksploitasi.

Satya Bumi melihat bahwa hutan Indonesia hingga saat ini belum merdeka dari ancaman deforestasi, kooptasi wilayah oleh industri dan aktivitas ekstraktif yang merusak hutan. Terlebih di ekosistem Batang Toru, satu-satunya habitat Orangutan Tapanuli yang statusnya saat ini critically endangered species menurut IUCN dengan populasi kurang dari 800 individu saat pertama teridentifikasi pada 2017.

Survei terbaru bahkan menunjukkan, jumlahnya semakin merosot hingga 7 persen pascabencana Aceh Sumatra November 2025 lalu atau tersisa sekitar 716 individu. “Ini wake up call yang harus kita sadari bersama bahwa ancaman kepunahan ini sudah di depan mata,” kata Restu Diantina, Communications Manager Satya Bumi sekaligus penanggungjawab ekspedisi ini.

Data Satya Bumi menunjukkan masifnya deforestasi dan pembukaan lahan di area ekosistem Batang Toru dan diduga melibatkan korporasi-korporasi besar yang beraktivitas di sana. PT Agincourt Resources, perusahaan pertambangan emas tercatat telah melakukan pembukaan lahan seluas 603,2 ha sejak awal beroperasi hingga 2025.

Selain itu, hingga tahun 2024, perusahaan yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru telah melakukan deforestasi seluas 535,25 ha. sebagian wilayahnya merupakan habitat orangutan.

Dalam perjalanan kali ini, lima pesepeda juga akan merekam lanskap Pulau Sumatera yang mereka lewati secara lebih dekat. Melihat kondisi lingkungan hidup yang masih bisa dipertahankan dan yang harus diperbaiki agar bencana ekologis yang terjadi di akhir tahun 2025 tidak terulang. mengingat seluruh wilayah di pulau Sumatera rentan terjadi bencana ekologis.

Satya Bumi, Komunitas Sepeda Chemonk, dan Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI) telah melakukan kampanye ini selama tiga tahun terakhir. Tujuannya untuk mendekatkan isu perlindungan orangutan dan meningkatkan kesadaran publik untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka. Berdasarkan catatan IUCN, ketiga spesies orangutan, yaitu Orangutan Kalimantan, Orangutan Sumatera, dan Orangutan Tapanuli berstatus kritis dan terancam punah (critically endangered).

Orangutan Tapanuli menjadi spesies paling langka dengan jumlah kurang dari 800 individu. Keberadaan mereka terus menurun, terlebih pasca bencana ekologis yang menimpa Sumatera Utara akhir tahun lalu. Para peneliti memperkirakan ada 58 individu Orangutan Tapanuli yang mati akibat banjir dan longsor, atau sekitar 7% dari total individu yang ada. Para ahli menyebutkan, penurunan 1% jumlah individu Orangutan Tapanuli pertahun akan membuat kepunahan mereka semakin dekat.

Riezcy Cecilia Dewi, Juru Kampanye Satya Bumi, menyatakan hilangnya puluhan individu Orangutan Tapanuli akibat satu bencana ekologis harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Habitat mereka, kata dia, sudah terfragmentasi menjadi tiga meta-populasi kecil, sehingga ketika bencana ekologis ini terjadi kekhawatirannya adalah habitat mereka akan semakin terisolasi menjadi meta-populasi yang lebih kecil lagi.

“Dan ini juga yang akan meningkatkan perkawinan kerabat. Jika kerusakan ini terus dibiarkan dan tidak segera dilakukan upaya pemulihan lingkungan, risiko kepunahan Orangutan Tapanuli akan semakin besar, dan bencana serupa akan terus terjadi secara berulang,” ujar Riezcy.

Bagi orangutan, hutan menjadi satu-satunya rumah mereka. Maka dari itu, urgensi perlindungan hutan menjadi penting kala kita membicarakan perlindungan orangutan. Bukan hanya upaya melindungi satu spesies dari potensi kepunahan, tapi juga melindungi ekosistem yang lebih luas. Kepunahan mereka adalah alarm kepunahan bagi kehidupan.

“Baik pemerintah maupun perusahaan yang terlibat, wajib memulihkan ekosistem yang kadung hancur akibat kegiatan destruktif terhadap lingkungan dan berujung memperparah dampak bencana kemarin. No Second Home, Restore Their Forest! Jaga Hutan Jaga Orangutan!” tutur Restu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.