Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Fanny Ghassani dan Suami Jalani Program Bayi Tabung usai 9 Th Menikah, Sudah Sampai Tahap Akhir

Fanny Ghassani dan Suami Jalani Program Bayi Tabung usai 9 Th Menikah, Sudah Sampai Tahap Akhir

fanny-ghassani-dan-suami-jalani-program-bayi-tabung-usai-9-th-menikah,-sudah-sampai-tahap-akhir
Fanny Ghassani dan Suami Jalani Program Bayi Tabung usai 9 Th Menikah, Sudah Sampai Tahap Akhir
service

Jakarta

Artis Fanny Ghassani dan suaminya Erwan Agustian Priyambudi sudah 9 tahun menikah. Setelah lama tak diberikan momongan, pasangan ini memutuskan untuk menjalani program bayi tabung.

Dalam acara Pagi-pagi Ambyar di Trans TV belum lama ini, Fanny menceritakan perjuangannya dan sang suami untuk mendapatkan anak. Pasangan yang menikah pada 20 Mei 2017 ini ternyata sudah mengetahui adanya kendala medis untuk hamil sejak tahun pertama pernikahan, Bunda.

“Sebenarnya dari tahun pertama, kita sudah tahu permasalahannya tuh di mana, dan solusinya seperti apa. Tapi kan untuk mencoba bayi tabung butuh kesiapan mental ya,” kata Fanny, dikutip dari YouTube TRANS TV Official.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fanny dan suami akhirnya mulai menjalani program bayi tabung di tahun 2025. Menurutnya, keputusan ini diambil lantaran ia dan sang suami sudah siap secara mental.

“Suami alhamdulillah, karena ini awal mulanya dia yang inisiatif, kayak ‘aku sudah siap’. Akhirnya, karena sudah 10 tahun, (siap),” ungkapnya.

Fanny mengaku bahwa ia dan suami saat ini sudah memasuki tahap akhir dari program bayi tabung. Setelah menjalani pengambilan sel telur dan sperma, Fanny kini sedang menunggu untuk transfer embrio ke dalam rahimnya.

Alhamdulillah prosesnya sudah selesai. Jadi memang tinggal embrio transfer atau dimasukin ke rahim,” ujar Fanny.

“Sebenarnya embrio transfer itu juga enggak bisa langsung transfer. Jadi tuh memang rahim kita dipersiapkan, tetap harus ke dokter, terus ada segala macam obat-obatan. Makanya berat badan juga agak naik.”

Melalui tahapan bayi tabung ini, Fanny dan suami juga sudah menentukan jenis kelamin calon anak pertama mereka. Namun, ia masih enggan untuk menceritakan lebih lanjut prosesnya ke publik.

“Aku enggak mau cerita banyak karena takut pamali,” katanya.

Tahapan bayi tabung dan peluang mendapatkan kehamilan

Program bayi tabung yang dijalani Fanny Ghassani dan suami bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan momongan. Dilansir Cleveland Clinic, program bayi tabung adalah jenis teknologi reproduksi berbantuan di mana sperma dan sel telur dibuahi di luar tubuh manusia.

Program hamil ini adalah proses kompleks yang melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium dan penggabungannya secara manual dengan sperma di laboratorium untuk pembuahan. Beberapa hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi (sekarang disebut embrio) ditempatkan di dalam rahim melalui proses yang disebut transfer embrio.

Banyak pasangan memilih program bayi tabung karena berbagai alasan, seperti masalah infertilitas atau ketika salah satu pasangan memiliki kondisi kesehatan tertentu. Beberapa orang juga mencobanya setelah metode kesuburan lain gagal atau jika mereka berada pada usia kehamilan lanjut.

Perlu diketahui, program bayi tabung adalah proses yang rumit dengan banyak tahapan. Proses ini rata-rata akan berlangsung selama empat hingga enam minggu. Ini termasuk waktu sebelum pengambilan sel telur, dan ketika seseorang mengonsumsi obat kesuburan hingga dilakukan tes kehamilan.

Setidaknya diperlukan waktu sekitar sembilan hingga 14 hari untuk melakukan tes kehamilan setelah transfer embrio. Waktu pastinya dapat bervariasi tergantung pada praktik atau klinik kesuburan. Penyedia layanan kesehatan kemungkinan besar akan menggunakan tes darah untuk memeriksa kehamilan. Tes darah mengukur hCG (human chorionic gonadotropin), yaitu hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan.

Melalui program bayi tabung ini, pasangan suami istri juga dapat memilih jenis kelamin calon anaknya, Bunda. Sebelum embrio ditanamkan ke dalam rahim, sel-sel embrio dapat dipelajari dan diuji untuk mengetahui kromosom laki-laki atau perempuan.

Demikian cerita Fanny Ghassani tentang keputusannya menjalani program bayi tabung setelah 9 tahun menikah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.