
Sumber: Instagram/fedebarba19.
Federico Barba langsung mendapatkan ujian berat setelah meninggalkan Persib Bandung dan bergabung dengan Palermo. Bek asal Italia itu menjalani debut bersama klub barunya ketika menghadapi Juventus dalam laga pramusim di Perth, Australia.
Meski hanya tampil pada babak kedua, Barba mampu memperlihatkan ketenangan, kekuatan bertahan, serta keberanian menghadapi sejumlah pemain berbahaya Juventus.
Pertandingan Pertama Membela Palermo
Federico Barba resmi melanjutkan kariernya di Italia bersama Palermo setelah meninggalkan Persib Bandung. Kepindahan tersebut membuat Barba kembali ke kompetisi yang sudah cukup dikenalnya, setelah sebelumnya malang melintang bersama sejumlah klub Italia.
Menariknya, debut Barba bersama Palermo langsung menghadirkan lawan dengan kualitas tinggi. Palermo menghadapi Juventus dalam pertandingan pramusim di Optus Stadium, Perth, Australia, Selasa, 11 Agustus 2026.
Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Juventus 2-0, tetapi perhatian tetap tertuju kepada penampilan Barba yang masuk dari bangku cadangan.
Barba mulai bermain pada menit ke-61. Ia mengenakan nomor punggung 93, nomor yang juga digunakannya ketika memperkuat Persib. Debut tersebut sekaligus menjadi kesempatan pertama bagi mantan bek Persib itu untuk menunjukkan kemampuannya di lingkungan baru.
Tampil Solid Mengawal Pertahanan
Meski masuk ketika pertandingan sudah berjalan lebih dari satu jam, Barba tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Ia langsung terlibat dalam upaya Palermo meredam serangan Juventus.
Salah satu aksinya terlihat ketika Barba berusaha menghentikan pergerakan Zeki Celik yang hendak mengirimkan umpan cut back. Situasi tersebut menunjukkan keberaniannya mengambil keputusan di area pertahanan ketika Juventus sedang membangun serangan dari sisi lapangan.
Barba juga beberapa kali terlibat dalam duel dengan pemain depan Juventus. Ia berusaha menutup ruang sekaligus menghalau bola yang masuk ke wilayah berbahaya Palermo.
Penampilan tersebut menjadi sinyal positif karena Barba mampu langsung berhadapan dengan pemain-pemain yang memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Italia.
Tidak Hanya Bertahan
Menariknya, kontribusi Barba tidak berhenti pada tugas bertahan. Bek berusia 32 tahun tersebut juga berusaha membantu Palermo membangun serangan dari lini belakang
Beberapa kali Barba terlihat mengalirkan bola kepada rekan setimnya untuk menjaga penguasaan bola. Kemampuan memainkan bola dari belakang menjadi salah satu aspek penting bagi seorang bek modern, terutama ketika tim ingin keluar dari tekanan lawan.
Namun, debut Barba bukan tanpa kesalahan. Ia sempat mengalami momen menegangkan ketika berusaha merebut bola dari Arkadiusz Milik di sekitar tepi kotak penalti.
Barba sempat terkecoh dalam duel tersebut, tetapi situasi akhirnya tidak berkembang menjadi ancaman karena bola lebih dahulu keluar lapangan.
Bobotoh Beri Apresiasi
Penampilan Barba juga mendapat perhatian dari Bobotoh. Meski sudah tidak lagi memperkuat Persib, sebagian pendukung Maung Bandung tetap mengikuti perjalanan karier pemain asal Italia tersebut.
Sejumlah komentar dari suporter Persib menunjukkan kebanggaan karena Barba dapat kembali tampil di sepak bola Eropa tidak lama setelah meninggalkan Bandung. Mereka menilai keberadaan Barba di Palermo menjadi bukti bahwa kualitas sang pemain masih mendapatkan pengakuan.
Barba sebelumnya menjadi bagian dari skuad Persib pada musim 2025/2026 dan ikut memperkuat tim hingga pertandingan terakhirnya melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026. Hanya sekitar dua bulan kemudian, ia sudah menjalani debut bersama Palermo.
Awal Baru Barba di Klub Italia
Debut melawan Juventus tentu menjadi pengalaman penting bagi Barba dalam memulai babak baru kariernya. Kekalahan 0-2 Palermo tidak menghapus kesan positif dari penampilan individu sang bek.
Bagi Barba, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi dan merebut tempat utama di lini belakang Palermo. Jika mampu menjaga performa seperti saat menghadapi Juventus, pengalaman yang diperolehnya bersama Persib dapat menjadi modal berharga untuk kembali bersaing di sepak bola Italia.
Dengan demikian, kepindahan Barba dari Persib menuju Palermo bukan sekadar perpindahan klub. Debut menghadapi Juventus memperlihatkan bahwa perjalanan baru sang bek di Italia telah dimulai dengan ujian besar, sekaligus membuka harapan bagi Barba untuk kembali menunjukkan kualitasnya di Eropa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.
Tim Editor



Comments are closed.