Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Festival Media Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Festival Media Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

festival-media-selat-malaka-2026-buka-pendaftaran-peserta-seminar,-diskusi,-dan-lokakarya
Festival Media Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi, dan Lokakarya
service

Panitia Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 Batam-Tanjungpinang resmi membuka pendaftaran seminar internasional, lokakarya, dan diskusi publik. Semua kalangan bisa mendaftar sesuai isu yang diminati.

Setidaknya terdapat satu seminar internasional dan puluhan lokakarya atau diskusi publik. Isu yang dibahas juga beragam, tentunya tentang pers, Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan, perubahan iklim, transisi energi, hingga persoalan masyarakat adat.

Acara seminar internasional, diskusi publik dan lokakarya ini akan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam, selama dua hari 19-20 September 2026. Sementara itu pada hari terakhir festival ditutup dengan napak tilas ke Pulau Penyengat Tanjungpinang yang akan diikuti 40 AJI Kota dari Sabang sampai Merauke serta jaringan AJI.

Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka, Adam Zulfikar, mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan agenda nasional tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini.

“Fesmed Selat Malaka bukan hanya acaranya AJI dan teman-teman media saja tapi ruang bersama untuk kita semua. Ada banyak isu yang perlu dibahas dan menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami mengajak masyarakat khususnya yang berada di Batam dan Tanjungpinang untuk datang, belajar, berdiskusi, dan ikut menyampaikan gagasannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Fesmed di Batam dan Tanjungpinang diharapkan dapat memperluas ruang perjumpaan antara media dan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di kawasan Selat Malaka.
“Kami ingin Fesmed menjadi ruang diskusi terbuka yang aman dan nyaman. Semua boleh datang, bukan hanya untuk jurnalis,” kata Adam.

Kelas-kelas lokakarya dan diskusi dihadirkan dalam Fesmed, untuk memberikan ruang belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mempertemukan berbagai perspektif dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pendaftaran bisa melalui laman Fesmed Selat Malaka di
https://fesmedselatmalaka.org/program/ atau cari informasinya di akun Instagram @fesmedselatmalaka.

Setelah dibanjiri kelas-kelas diskusi selama dua hari, Festival Media Selat Malaka dilanjutkan di Tanjungpinang, tepatnya di Pulau Penyengat. Ini adalah kegiatan puncak Fesmed Selat Malaka.

Di Pulau Penyengat para tamu dari AJI Kota di seluruh Indonesia bersama jaringan AJI akan diajak mengikuti napak tilas sejarah di pulau yang menjadi salah satu pusat peradaban Melayu ini.

Tidak sekadar berkunjung, para peserta juga akan didorong menuliskan cerita perjalanan mereka selama mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Pulau Penyengat. Dengan demikian, kegiatan napak tilas diharapkan dapat melahirkan berbagai perspektif dan karya jurnalistik yang memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada masyarakat lebih luas.

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi rangkaian Fesmed bukan semata-mata karena statusnya sebagai destinasi wisata sejarah. Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Melayu karena pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayah kekuasaannya membentang hingga Riau, Lingga, Johor, Pahang, dan Singapura.

“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Dari pulau kecil inilah lahir banyak pemikiran besar yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu sekaligus turut membentuk perkembangan bahasa Indonesia,” kata Sutana.

Berikut ini beberapa rangkaian kegiatan seminar internasional, diskusi publik hingga lokakarya yang dilaksanakan selama Fesmed Selat Malaka. Pendaftaran bisa dilakukan di link yang sudah tersedia, segera daftarkan diri anda sebelum kuota penuh.

Sabtu, 19 September 2026 di Politeknik Negeri Batam:

1. Seminar Internasional Festival Selat Malaka: “Kemerdekaan Pers dan KeadilanHAM di Asia Tenggara: Memperkuat Solidaritas Jurnalis Lintas Negara dan Melindungi Kebebasan Ruang Sipil”
Pendaftaran: https://s.id/SeminarFesmedSelatMalaka

2. Diskusi Publik: Masyarakat Adat, Transisi Energi dan Perubahan Iklim Pendaftaran: https://s.id/DiskusiMasyarakatAdat

3. Diskusi Publik: Babak Baru PLTS 100 GW: Menakar Kesiapan Industri Hijau Indonesia dari Batam
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiIndustriHijauPLTS

4. Lokakarya Digital Safety and AI Literacy for Gen-Z (Sesi 1)
Pendaftaran: https://s.id/TrainingBatam

5. Lokakarya Mengawal Isu Kelautan Melalui Karya Jurnalistik Berkualitas
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaIsuKelautan

6. Lokakarya Pengembangan Audiens Media di Media Sosial
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaPengembanganAudiens

7. “Sekolah Buruh AJI: Mengorganisir Pekerja Media untuk Membangun Serikat Pekerja yang Lebih Kuat”
Pendaftaran: https://s.id/sekolahburuhbatam2026

8. “Lokakarya Keamanan, Geopolitik, dan Media di Lintas Batas”
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaKeamananMediaLintasBatas

9. Diskusi Publik: Membaca Perkembangan Teknologi AI dan Data Center
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiAIdanDataCenter

10. Lokakarya Fotografi bersama PFI Kepri “Kejujuran Visual di Era Serba Digital: Tantangan Foto Jurnalistik Sebagai Literasi Publik”
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaFotografiPFIKepri

Minggu, 20 September 2026 di Politeknik Negeri Batam:

1. Lokakarya Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Sampai
Semua Bebas
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaLawanTPPO

2. Diskusi Publik dan Pemutaran Film Dokumenter “Di Balik Ilusi Tembakau”
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiFilmDiBalikIlusiTembakau

3. Lokakarya Menjadi Penulis Ilmiah Populer untuk Demokrasi
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaPenulisIlmiahPopuler

4. Lokakarya Mata dari Angkasa: Panduan Praktis Jurnalisme Investigasi
Berbasis Citra Satelit
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaMataDariAngkasa

5. Diskusi Publik Ancaman Rentan Kerusakan Lingkungan di Pesisir dan
Pulau-pulau Kecil
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiKerusakanPesisirdanPulauKecil

6. Lokakarya Proyek Data Center dan Tantangan Pengelolaan Sumber Daya
Energi dan Air di Batam
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaProyekDataCenter

7. Diskusi Publik: Just Energy Transition dan Mengapa Transisi Energi Harus Berkeadilan
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaJustEnergyTransition

8. Lokakarya Merancang Proposal untuk Pendanaan Liputan
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaProposalLiputan

9. Lokakarya untuk Pers Mahasiswa: Menulis Kritis dan Independen untuk
Demokrasi
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaMembangunPersMahasiswa

11. Gelar Wicara Membaca Buku Reset Indonesia dan Kondisi Kita Hari Ini
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiBukuResetIndonesia

Festival Media (Fesmed) adalah kegiatan tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Tahun ini AJI Batam dan AJI Tanjungpinang menjadi tuan rumah mengusung nama Fesmed Selat Malaka. Pelaksanaan Fesmed kali ini juga menjadi catatan sejarah pertama kali dilaksanakan di dua kota dan di dua pulau berbeda.

Fesmed bertujuan meningkatkan literasi media kepada masyarakat serta menjadi ajang konsolidasi jaringan masyarakat sipil. Tidak hanya dihadiri jurnalis lokal, panitia juga memboyong perwakilan 40 AJI kota se-Indonesia untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi kolaborasi independen antara masyarakat sipil yang memiliki prinsip dan tujuan sama untuk keberlangsungan demokrasi di tanah air. Selain itu keberadaan media menjadi kekuatan dalam acara, setidaknya terdapat 10 media lokal dan nasional yang menjadi media partner dalam acara tahunan itu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.