Mubadalah.id – Selain menjaga pola minum dan tidak menahan kencing, kebersihan area genital juga memiliki kaitan dengan risiko infeksi saluran kemih. Area genital berdekatan dengan anus sehingga kuman dari saluran pencernaan dapat berpindah ke sekitar vagina dan mulut saluran kencing.
Kuman dari daerah genital, terutama yang berasal dari anus, dapat menyebabkan infeksi apabila berhasil masuk ke saluran kencing. Karena itu, kebersihan area genital perlu dijaga sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko masuknya kuman ke saluran kemih.
Salah satu kebiasaan yang penting adalah memperhatikan cara membersihkan anus setelah buang air besar. Pembersihan sebaiknya dilakukan dari arah depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan. Cara tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan kuman dari anus berpindah ke vagina dan mulut saluran kencing.
Membersihkan dari belakang ke depan dapat membuat kuman dari anus terbawa menuju area genital. Jika kuman kemudian mencapai mulut saluran kencing, risiko terjadinya infeksi dapat meningkat.
Kebersihan genital juga perlu diperhatikan sebelum melakukan hubungan seksual. Membersihkan area tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan diri dan membantu mengurangi keberadaan kuman di sekitar organ genital.
Hal yang sama berlaku selama menstruasi. Kebersihan genital perlu tetap anda jaga dengan baik, termasuk memperhatikan kondisi pembalut yang anda gunakan. Pembalut yang sudah kotor sebaiknya segera mengganti dengan pembalut yang bersih dan kering.
Menjaga kebersihan selama menstruasi penting karena area genital berada dalam kondisi yang lebih banyak bersentuhan dengan darah menstruasi dan pembalut dalam waktu tertentu. Pembalut yang terlalu lama Anda gunakan juga dapat membuat area genital menjadi lembap dan tidak nyaman.
Mencegah Infeksi dari Kebiasaan Sehari-hari
Dengan demikian, pencegahan infeksi kandung kemih tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika gejala sudah muncul.
Kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga perlu anda perhatikan, mulai dari mencukupi kebutuhan cairan, tidak menahan buang air kecil terlalu lama, menjaga kebersihan genital, hingga membiasakan buang air kecil setelah berhubungan seksual.
Kebiasaan tersebut penting terutama bagi perempuan yang secara anatomi memiliki saluran kencing lebih pendek sehingga kuman dari luar tubuh lebih mudah mencapai kandung kemih.
Dengan memahami bagaimana kuman dapat masuk dan berkembang di saluran kemih, seseorang dapat lebih memperhatikan kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan saluran kemih merupakan bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pengetahuan mengenai faktor-faktor yang dapat memicu infeksi juga membantu seseorang mengambil langkah pencegahan lebih awal dan tidak mengabaikan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan saluran kemih.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 486.





Comments are closed.