Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Flores Perlu Kembangkan Sorgum Sebagai Bahan Pangan

Flores Perlu Kembangkan Sorgum Sebagai Bahan Pangan

flores-perlu-kembangkan-sorgum-sebagai-bahan-pangan
Flores Perlu Kembangkan Sorgum Sebagai Bahan Pangan
service

Siprianus Belawa Kolah tengah memotong batang sorgum di lahannya di Dusun Likotuden, Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, NTT. Kebun seluas satu hektar itu, berada sekitar 20 meter dari laut. “Biasanya, Mei tidak hujan tapi sekarang ini masih lebat,” ucapnya kepada Mongabay Indonesia di kebunnya, Selasa (19/5/2026). Dia baru menanam sorgum pada Januari karena musim hujan terlambat. Untuk tumbuh bagus, satu lubang maksimal ditanam empat benih sorgum dengan jarak tanam 40×20 cm. Penanaman baiknya dilakukan saat hujan turun menerus. Bila setelah dua hari ditanam tidak ada hujan, maka benih sorgum akan dimakan belalang dan semut. Jika ditanam ulang, bulirnya tidak akan besar. “Bila tumbuh empat daun, artinya panen akan berhasil,” ucapnya. Siprianus menanam sorgum sejak 2017, sepulang dari Malaysia. Di lahan itu juga, ditanami jagung dan padi. Pemasukannya saat panen sekitar Rp10 juta. “Uang dari sorgum untuk kebutuhan lainnya, sementara hasil padi dan jagung untuk harian.  Selepas panen, kami mancing untuk penghasilan tambahan,” ucapnya. Siprianus Belawa Kolah sedang penen sorgum di kebunnya di Likotuden, Desa Kawalelo, Flores Timur, NTT. Foto: Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia. Bonifasius Soge Kolah, anggota kelompok petani sorgum Likotuden Herin Lela, menyatakan masyarakat mulai menanam sorgum sejak 2015. “Tahun ini, kami menanam agak terlambat,” jelasnya, Selasa (19/5/2026). Luas lahan sorgum di Likotuden sekitar 26 hektar yang dikembangkan 40 petani. Tahun 2025, hasil panen mencapai sekitar 32 ton dan 2026 diprediksi 35-40 ton. Sorgum yang dijual gelondongan tanpa dirontok atau disosoh, dihargai Rp9 ribu per kilogram. “Lahan saya satu hektar lebih. Tahun lalu produksi 1,8 ton,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.