Berbagai spesies ular memiliki cara berbeda untuk menghindari predator, mulai dari kamuflase warna tubuh, gerakan cepat menghindar, hingga bentuk tubuh yang menyerupai bagian tubuh lain untuk mengecoh serangan. Salah satu contoh strategi terakhir ditemukan pada piton Calabar (Calabaria reinhardtii), ular yang hidup di hutan hujan Afrika Barat dan Tengah. Piton Calabar memiliki bentuk kepala dan ekor yang hampir sama, keduanya tumpul dan berbentuk oval. Kemiripan ini merupakan adaptasi pertahanan diri. Ular ini panjangnya tidak lebih dari satu meter dan menggunakan kemiripan bentuk ekor dengan kepala sebagai salah satu cara utama menghindari serangan predator. Nama “piton” pada spesies ini tidak sesuai dengan klasifikasi ilmiahnya. Calabaria reinhardtii bukan anggota famili Pythonidae seperti sanca kembang atau sanca bola, melainkan anggota famili Boidae, kelompok yang sama dengan boa. Ular ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya dan hanya ditemukan di kawasan hutan hujan Afrika Barat dan Tengah. Nama umum “piton Calabar” bertahan karena alasan historis, bukan karena kekerabatan taksonomi. Ular ini hidup di bawah permukaan tanah dan menggali lorong di tanah gembur serta serasah daun, berbeda dari kerabatnya di genus Eryx yang menggali di pasir. Piton Calabar berburu dengan masuk ke liang tikus untuk memangsa anak tikus yang masih muda. Perilaku ini membuat ular terpapar risiko serangan balik dari induk tikus, yang giginya dapat melukai tubuh ular. Menyembunyikan Kepala, Menonjolkan Ekor Ketika terancam, piton Calabar menekan kepalanya ke tanah dan menutupinya dengan lilitan tubuh, sementara ekornya diangkat dan digerakkan untuk menarik perhatian predator. Ekornya berwarna lebih terang dibanding bagian tubuh lain, kadang disertai lingkaran pucat,…This article was originally published on Mongabay
‘Ular Berkepala Dua’: Siasat Bertahan Ular Piton Calabar
‘Ular Berkepala Dua’: Siasat Bertahan Ular Piton Calabar





Comments are closed.