Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Harga Bahan Baku Naik, Omzet Pedagang Kuliner di Rembang Menurun

Harga Bahan Baku Naik, Omzet Pedagang Kuliner di Rembang Menurun

harga-bahan-baku-naik,-omzet-pedagang-kuliner-di-rembang-menurun
Harga Bahan Baku Naik, Omzet Pedagang Kuliner di Rembang Menurun
service

Rembang, NU Online

Penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir mulai dirasakan para pelaku usaha skala kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya jumlah pelanggan yang datang ke warung nasi maupun usaha seblak yang selama ini menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Di tengah menurunnya jumlah pembeli, para pedagang juga harus menghadapi kenaikan harga berbagai bahan baku. Harga pangan yang terus meningkat membuat biaya operasional usaha semakin membengkak. Situasi ini menempatkan pelaku usaha pada posisi yang tidak mudah karena harus mempertahankan pelanggan tanpa menaikkan harga jual secara signifikan.

Dewi Septiana, pemilik usaha penyetan Kedai Pinara Rembang, mengaku omzet usahanya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi seiring kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang digunakan sebagai bahan baku dagangan.

“Akhir-akhir ini kondisi warung saya agak sepi. Jumlah pembeli mengalami penurunan. Daya beli berubah karena kondisi ekonomi dan banyaknya pedagang yang membuka usaha serupa,” ujar Dewi kepada NU Online, Selasa (9/6/2026).

Selain berkurangnya jumlah pelanggan, ia juga merasakan dampak langsung dari kenaikan harga bahan pangan yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dewi menyebut biaya operasional usahanya meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

“Biaya operasional warung mengalami kenaikan hampir 30 persen. Jadi saya sering melakukan promosi dan menggunakan layanan gratis pengantaran,” tambahnya.

Untuk mempertahankan usaha, Dewi mengaku rutin menawarkan berbagai promo kepada pelanggan serta membuka layanan free delivery agar penjualan tetap berjalan.

Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera membaik dan harga bahan pangan kembali stabil sehingga usaha kecil seperti miliknya dapat kembali berkembang.

Keluhan serupa disampaikan Lina, penjual seblak di Rembang. Ia mengatakan pendapatan usahanya menurun akibat kenaikan harga bahan baku yang terjadi hampir pada seluruh komponen produksi. Selain itu, semakin banyaknya pelaku usaha sejenis membuat persaingan pasar semakin ketat.

“Penjualan menurun karena bahan-bahan semuanya naik harga. Selain itu, banyak pesaing di luar sana dan pembeli lebih memilih yang lebih murah. Kondisi ini sangat memengaruhi usaha saya, bahkan kerugiannya hampir setengah dari modal,” ungkapnya.

Lina memperkirakan omzet usahanya turun sekitar 20 persen dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mempertahankan pelanggan, ia menerapkan berbagai strategi pemasaran, termasuk memberikan promosi dan bonus bagi pembeli dalam jumlah besar.

“Sekitar 20 persen saya mengalami penurunan. Jadi saya sering melakukan promosi dan memberikan bonus kalau pembeli ingin memborong dagangan saya,” ujar Lina, Selasa (9/6/2026).

Menurut Lina, tantangan terbesar yang dihadapi penjual seblak saat ini adalah kenaikan harga bahan baku, terutama produk olahan seperti sosis dan berbagai jenis cabai yang menjadi bahan utama dalam menu seblak.

“Tantangan terbesar yang dihadapi penjual seblak saat ini adalah kenaikan harga produk olahan seperti sosis dan berbagai jenis cabai,” terangnya.

Para pelaku usaha berharap harga bahan pokok dapat segera kembali stabil. Dengan demikian, mereka bisa memperoleh keuntungan yang lebih baik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Semoga saja harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya bisa turun,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.