Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia akan bergerak volatil pada pekan depan.
Ibrahim mengatakan harga emas berpotensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan tren kenaikan yang lebih kuat seiring konflik di Timur Tengah
Pada perdagangan Sabtu, 28 Maret 2026, ia menyebut harga emas ditutup di level USD4.495 per ons troi. Sedangkan untuk awal pekan depan, harga komoditas ini diperkirakan bisa turun ke level USD4.363 per ons troi.
“Kemudian dalam satu minggu turun kemungkinan besar itu di USD4.138 per ons troi,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 29 Maret 2026.
Namun, tekanan turun tersebut hanya bersifat sementara. Jika harga berbalik menguat, Ibahrim memproyeksikan harga emas awal pekan depan berpotensi menembus level resistensi awal yakni USD4.666. Kenaikan lanjutan bahkan dapat mendorong harga menunju USD4.912.
“Jadi ada kemungkinan besar minggu depan itu untuk menuju di level USD5.000 besar belum tercapai,” ungkapnya.
Dalam jangka panjang, Ibrahim menyatakan prospek emas dinilai masih sangat bullish. Ia menargetkan harga emas dunia bisa mencapai USD6.000 per ons troi di tahun ini.
Adapub kombinasi faktor global, terutama konflik geopolitik Timur Tengah yang belum mereda masih menjadi katalis pergerakan harga emas pada pekan depan.
Selain itu, kata Ibrahim, konflik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut turut menekan pasokan energi dunia dan meningkatkan ketidakpastian pasar.
“Ukraina pun juga melakukan penyerangan terhadap insilasi-insilasi minyak gas di Rusia. Sehingga ada kemungkinan besar untuk produksi minyak dan gas mengalami penurunan signifikan,” katanya. (*)





Comments are closed.