Jakarta (ANTARA) – Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bp menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan jenis solar atau BP Ultimate Diesel turun dari Rp29.890 per liter pada Mei 2026, menjadi Rp25.060 per liter.
Dikutip dari laman resmi BP Indonesia yang diakses dari Jakarta, Senin, penyesuaian harga hanya berlangsung untuk BBM jenis solar.
Sementara itu, untuk bensin jenis BP Ultimate masih berada di level Rp12.930 per liter, begitu pula dengan BBM jenis BP 92 yang tetap berada di level Rp12.390 per liter.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, turun mulai 1 Juni 2026.
Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Minggu, Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Seperti di Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar di wilayah tersebut turut mengalami penurunan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp23.000 per liter dari Rp26.000 per liter pada Mei 2026.
Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp24.800 per liter dari yang sebelumnya Rp27.900 per liter.
Akan tetapi, BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) kembali mengalami kenaikan harga ke angka Rp20.750 per liter dari Rp19.900 per liter pada Mei.
Sementara itu, Pertamina masih menahan harga Pertamax (RON 92) di level Rp12.300 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp12.900 per liter sejak Maret, tepatnya sebelum perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Harga BBM penugasan dan subsidi juga tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.