Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. HPN 2026, Dewan Pers Soroti Turunnya Indeks Kebebasan Pers Indonesia

HPN 2026, Dewan Pers Soroti Turunnya Indeks Kebebasan Pers Indonesia

hpn-2026,-dewan-pers-soroti-turunnya-indeks-kebebasan-pers-indonesia
HPN 2026, Dewan Pers Soroti Turunnya Indeks Kebebasan Pers Indonesia
service

Jakarta, NU Online

Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti turunnya indeks kebebasan pers Indonesia. Berdasarkan laporan Reporters Without Borders (RSF) 2025, Indonesia berada di peringkat ke-127, turun dari posisi ke-111 pada 2024.

Komaruddin menjelaskan, penurunan tersebut tidak lepas dari berbagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik, termasuk intimidasi, ancaman, hingga kriminalisasi terhadap wartawan di lapangan.

“Yang melakukan banyak, biasanya orang-orang yang menjadi pengawal oligarki proyek-proyek tertentu. Ada wartawan dihalang-halangi, bahkan diancam. Sebagian juga ada unsur aparat. Itu terjadi sehingga indeks kebebasan pers tidak bagus,” ujarnya kepada NU Online, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, meski secara formal tidak ada larangan terhadap kebebasan pers, praktik di lapangan menunjukkan adanya pembiaran terhadap berbagai bentuk tekanan terhadap jurnalis.

Selain isu penghalangan kerja pers, Komaruddin juga menekankan pentingnya kedaulatan digital dan kedaulatan data. Ia mengakui upaya tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang.

“Tapi itu tidak mudah, butuh waktu lama. Sehingga kita bisa mengendalikan peredaran iklan, informasi, dan memiliki kedaulatan data,” jelasnya.

Ia menilai, kedaulatan data harus menjamin prinsip keadilan, terutama dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, karya jurnalistik tidak semestinya diambil dan disebarluaskan secara gratis oleh platform berbasis AI tanpa penghargaan yang layak.

“AI itu seperti platform mal besar. Orang bisa mengambil apa saja secara gratis, padahal sumbernya karya jurnalistik. Itu tidak fair. Produk pers harus dihargai,” tegasnya.

Laporan RSF juga mencatat bahwa luasnya wilayah Indonesia dengan lebih dari 275 juta penduduk yang tersebar di sekitar 12.000 pulau menjadi tantangan tersendiri dalam menjamin kebebasan pers.

“Luasnya wilayah serta keberagaman Indonesia menjadikan penghormatan terhadap kebebasan pers sebagai perjuangan yang harus dihadapi setiap hari,” tulis laporan RSF.

Selain itu, RSF menyoroti konsentrasi kepemilikan media di tangan segelintir konglomerat yang memiliki kedekatan politik, yang dinilai berpotensi mengancam pluralitas media di Indonesia.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.