Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Ini Sosok Satu-Satunya Karyawan yang Bertahan Sejak Apple Berdiri

Ini Sosok Satu-Satunya Karyawan yang Bertahan Sejak Apple Berdiri

ini-sosok-satu-satunya-karyawan-yang-bertahan-sejak-apple-berdiri
Ini Sosok Satu-Satunya Karyawan yang Bertahan Sejak Apple Berdiri
service

Foto: Generated by AI

Teknologi.id – Di balik kesuksesan Apple sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, ada sosok yang telah menjadi saksi perjalanan perusahaan sejak hari pertama. Namanya Chris Espinosa, satu-satunya karyawan yang masih bertahan sejak Apple didirikan pada 1976.

Menariknya, Espinosa bergabung ketika usianya baru 14 tahun. Saat itu, Apple masih berupa startup kecil yang merakit komputer secara manual di garasi rumah Steve Jobs di California.

Kini, setelah setengah abad berlalu, ia masih menjadi bagian dari Apple dan bekerja di tim pengembangan tvOS, sistem operasi untuk Apple TV.

Baca juga: HP Mirip BlackBerry Resmi Hadir Lagi, Pakai Android 16 dan Keyboard Fisik

Direkrut Langsung oleh Steve Jobs

Foto: NYTimes

Perjalanan Chris Espinosa di Apple dimulai secara tidak sengaja.

Saat berkunjung ke Byte Shop, sebuah toko komputer di California, ia bertemu langsung dengan Steve Jobs yang sedang memasang komputer Apple I.

Melihat ketertarikan Espinosa pada dunia komputer, Jobs langsung mengajaknya bergabung untuk menulis program menggunakan bahasa pemrograman BASIC, yang nantinya digunakan pada komputer Apple II.

Tak lama kemudian, Espinosa juga berkenalan dengan Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple lainnya, melalui komunitas pecinta komputer Homebrew Computer Club.

Meski sempat diperingatkan oleh guru-gurunya agar berhati-hati terhadap Jobs dan Wozniak, Espinosa tetap memilih bergabung dengan perusahaan rintisan tersebut.

Menjadi Karyawan Nomor 8 Apple

Foto: NYTimes

Saat resmi bergabung, Apple belum memiliki kantor mewah seperti sekarang.

Espinosa bekerja langsung dari garasi rumah Steve Jobs di Los Altos, California. Di sana ia membantu mengembangkan perangkat lunak, menguji sistem operasi Apple II, hingga mendemonstrasikan komputer kepada calon pelanggan.

Ia tercatat sebagai karyawan nomor 8 dalam sejarah Apple, sekaligus menjadi salah satu karyawan termuda yang pernah dimiliki perusahaan tersebut.

Kuliah Sambil Tetap Bekerja di Apple

Pada 1978, setelah lulus sekolah menengah, Espinosa melanjutkan pendidikan di University of California, Berkeley.

Meski kuliah, ia tidak benar-benar meninggalkan Apple. Espinosa tetap bekerja sebagai karyawan paruh waktu.

Di masa itu, ia mendapat tugas menulis ulang panduan penggunaan Apple II. Hasil pekerjaannya berupa buku manual setebal 220 halaman yang kemudian menjadi referensi utama pengguna Apple II pada awal 1980-an.

Bertahan Saat Apple Hampir Bangkrut

Selama 50 tahun bekerja, Espinosa menyaksikan hampir seluruh fase penting dalam sejarah Apple.

Ia melihat Apple tumbuh dari startup kecil, mengalami berbagai kegagalan produk, hingga hampir bangkrut pada era 1990-an.

Saat itu Apple beberapa kali melakukan PHK massal.

Menariknya, Espinosa mengaku pernah diberi tahu oleh atasannya bahwa dirinya lolos dari PHK bukan karena performanya, melainkan karena masa kerjanya yang sangat panjang.

Biaya pesangon yang harus dibayar perusahaan dinilai jauh lebih besar dibanding mempertahankannya sebagai karyawan.

Filosofi yang Membuatnya Tetap Bertahan

Di tengah masa sulit Apple, Espinosa sempat memikirkan masa depannya.

Ia sadar tidak memiliki gelar sarjana dan belum pernah bekerja di perusahaan lain selain Apple.

Dari situ muncul sebuah kalimat yang kemudian menjadi prinsip hidupnya.

“Saya ada di sini saat kami menyalakan lampu. Saya sekalian saja bertahan sampai kami mematikan lampunya.”

Filosofi sederhana itu membuatnya tetap setia mendampingi Apple hingga kini.

Baca juga: Apple Resmi Naikkan Harga Hampir Semua Produknya, iPhone Masih Belum Ikut Naik

Menyaksikan Lahirnya iPhone hingga Apple Modern

Chris Espinosa menjadi saksi lahirnya hampir seluruh produk penting Apple.

Mulai dari:

  • Apple I
  • Apple II
  • Macintosh
  • iMac
  • iPod
  • iPhone
  • iPad
  • Apple TV

Ia juga menyaksikan momen ketika Steve Jobs meninggalkan Apple pada 1985, kemudian kembali pada 1997 dan berhasil membawa perusahaan bangkit menjadi raksasa teknologi dunia.

Apple Kini Bernilai Triliunan Dolar

Lima puluh tahun setelah didirikan, Apple berubah drastis.

Perusahaan yang dahulu hanya beroperasi dari sebuah garasi kini memiliki nilai pasar hampir US$4 triliun dan lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif digunakan di seluruh dunia.

Sementara Steve Jobs telah wafat pada 2011 dan Steve Wozniak sudah lama meninggalkan perusahaan, Chris Espinosa tetap melanjutkan pekerjaannya di Apple.

Kisahnya menjadi bukti bahwa loyalitas, ketekunan, dan kecintaan terhadap teknologi dapat mengantarkan seseorang menjadi bagian dari sejarah salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.