Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jalur Gelap Merkuri di Tambang Emas Ilegal Sulawesi

Jalur Gelap Merkuri di Tambang Emas Ilegal Sulawesi

jalur-gelap-merkuri-di-tambang-emas-ilegal-sulawesi
Jalur Gelap Merkuri di Tambang Emas Ilegal Sulawesi
service

Di bawah terik matahari Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), Hardi Mamonto berdiri dengan tubuh sedikit ke depan. Mata terpaku pada mesin tromol, terbuat dari drum besi, yang terus berputar selama tiga jam terakhir. Suara gemuruh dari tromol memecah sunyi. Denting logam bercampur desis air dan gesekan batu membentuk irama kasar tak beraturan. Sesekali, Hardi melangkah mendekat sembari menunduk, mengamati putaran tromol dengan cermat, memastikan kecepatannya tetap stabil. Bagi Hardi, keseimbangan putaran adalah segalanya. Terlalu lambat, emas tak akan terpisah. Terlalu cepat, hasilnya bisa terbuang percuma. Di tangan kanan, dia menggenggam sebotol kecil berisi cairan berwarna keperakan. Botol itu tampak biasa saja, tanpa label, tanpa peringatan. Isinya,  merkuri, inti dari seluruh proses yang dia jalankan hari itu. Hardi melepaskan pengait antara tromol dan mesin untuk menghentikan putaran sejenak. Perlahan, dia membuka tutup botol lalu menuangkan sedikit isi ke tromol sembari menambahkan air ke dalamnya. Langkah serupa dia lakukan pada beberapa tromol lain yang juga terhubung dengan mesin pemutar. Setelah itu, pengait dia pasang kembali agar drum besi berputar lagi untuk 30 menit ke depan. Para pekerja tengah berusaha mengangkut material mengandung emas di Sulawesi Utara. Foto: Sarjan Lahay/Mongabay Indonesia. Di kalangan para penambang emas tradisional, apa yang Hardi lakukan merupakan bagian dari proses yang mereka sebut sebagai “pancingan air perak.” Merkuri yang dia masukkan ke dalam tromol akan mengikat butiran-butiran emas yang tidak terlihat oleh mata, membentuk amalgam atau campuran emas dan perak yang menjadi harapan bagi para penambang seperti Hardi. Proses ini umum di…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.