Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Jusuf Kalla Dorong Umat Islam Perkuat Sektor Ekonomi dan Pendidikan

Jusuf Kalla Dorong Umat Islam Perkuat Sektor Ekonomi dan Pendidikan

jusuf-kalla-dorong-umat-islam-perkuat-sektor-ekonomi-dan-pendidikan
Jusuf Kalla Dorong Umat Islam Perkuat Sektor Ekonomi dan Pendidikan
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mendorong umat Islam untuk memperkuat sektor perekonomian dan pendidikan fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, dua sektor tersebut menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

Hal itu JK sampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026).

Dalam paparannya, ia mengatakan setelah lebih dari tujuh dekade merdeka, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kemandirian ekonomi. Salah satu indikatornya yakni adanya ketergantungan terhadap bantuan luar negeri.

Menurutnya, hal tersebut menandakan bahwa kekuatan ekonomi bangsa termasuk umat Islam, sebagai mayoritas penduduk Indonesia masih lemah.

Ia membandingkan ekonomi Indonesia dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura, yang disebut 20 kali lipat lebih besar dari Indonesia. Padahal Indonesia memiliki sumber daya alam lebih melimpah dan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

“Ini menunjukkan bahwa ekonomi umat Islam lemah, padahal kita ini 87 persen. Mari kita fokus,” kata JK di hadapan peserta Kongres yang terdiri ulama dan tokoh dari berbagai organisasi keagamaan. 

JK menegaskan bahwa penguatan ekonomi sejatinya memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Menurutnya, Nabi Muhammad telah memberikan teladan sebagai pedagang jauh sebelum mendapatkan mandat kerasulan.

“Saya sering katakan, Rasulullah saja dari umur 14 hingga menjadi rasul itu berdagang. Beliau menjadi rasul itu usia 40 sampai 63 tahun. Jadi menguasai tijarah itu bagian dari sunnah,” tutur JK. 

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu pun menyoroti lemahnya pendidikan. Ia menilai, kemajuan suatu bangsa tidak pernah lepas dari penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Namun, penguasaan tersebut haru sejalan dengan pembentukan akhlak agar kemajuan tersebut tidak menimbulkan malapetaka bagi banyak orang. Untuk itu, ia mendorong adanya keseimbangan antara ilmu agama, iptek sekaligus etika.

“Karena agama memberikan akhlak yang baik, sementara ilmu pengetahuan bisa mendorong perekonomian kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis mengatakan bahwa hari ini pihaknya akan mendeklarasikan piagam tentang ekonomi keuangan syariah. Langkah ini disebut sebagai konsolidasi lembaga ekonomi dan lembaga keuangan syariah.

“Kita akan ada shahifah (piagam) Kongres Umat Islam tentang ekonomi keuangan syariah, dan insyaallah nanti malam dipastikan menjadi Piagam Kongres Umat Islam tentang konsolidasi ekonomi keuangan syariah itu,” katanya usai Pleno.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.