Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kajian Ingatkan Pebisnis untuk Berpikir Ulang Investasi dalam Industri Batubara

Kajian Ingatkan Pebisnis untuk Berpikir Ulang Investasi dalam Industri Batubara

kajian-ingatkan-pebisnis-untuk-berpikir-ulang-investasi-dalam-industri-batubara
Kajian Ingatkan Pebisnis untuk Berpikir Ulang Investasi dalam Industri Batubara
service

Investor atau pengusaha batubara harus mulai berpikir ulang ihwal bisnis ekstraktifnya. Pasalnya, sisi tren bisnis hingga lingkungan, sumber energi kotor ini menunjukkan kerugian yang besar. Hasil studi dan riset Publish What You Pay (PWYP) Indonesia memprediksi batubara akan habis dalam 30-50 tahun mendatang. “Ini menjadi gambaran bahwa memang it’s not going to be lasting that long,” kata Ditto Mohammad Ikhsan, peneliti PWYP Indonesia. Sejauh ini, industri batubara jadi penopang utama ekonomi nasional. Kontribusinya terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) di atas 5%. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mencatat melimpahnya sumber daya batubara Indonesia. Jumlahnya mencapai 143,73 miliar ton dan cadangan terverifikasi sebesar 25,83 miliar ton, Sektor ketenagalistrikan masih mendominasi realisasi penggunaan batubara domestik, yakni 57% atau setara 133 juta ton. Smelter sebanyak 30% atau setara 70 juta ton pada 2024. Laju produksi tahunan saat ini sekitar 700-800 juta ton. Jumlah ini melewati batas target produksi yang Perpres 22/2017 tentang RUEN mandatkan, di mana batasnya tidak boleh lampaui 400 juta ton. Ditto bilang, negara peminat batubara Indonesia menunjukkan tren penurunan. Importir utama seperti Tiongkok mulai bergeser ke pemasok lain seperti Mongolia dan Rusia. Selain itu, Negara Tirai Bambu ini juga mulai agresif dalam memperbanyak produksi energi  terbarukan di dalam negerinya dan mengurangi perlahan penggunaan batubara. Menurut dia, lonjakan keuntungan 2022 yang sampai berkontribusi 6,6% terhadap PDB ternyata bukan karena peminat batubara Indonesia melonjak. Melainkan efek domino perang Rusia-Ukraina. Krisis global membuat harga batubara melambung. Namun, dia mengingatkan ketergantungan pada fluktuasi eksternal membuat industri batubara rentan guncangan. Dari sisi tenaga kerja,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.