Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Agama dan Keimanan Ekologis

Opini: Agama dan Keimanan Ekologis

opini:-agama-dan-keimanan-ekologis
Opini: Agama dan Keimanan Ekologis
service

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, belum lama ini menyampaikan sikap menolak proyek strategis nasional (PSN), terutama proyek pengembangan pangan skala besar (food estate,  salah satu untuk tebu. Dalam rilis resminya, penolakan ini berdasarkan penilaian terhadap food estate di Merauke, Papua, yang mengabaikan dan melanggar hak asasi masyarakat adat, dari merampas wilayah adat dan ruang hidup masyarakat adat, tatanan kebudayaan turun temurun, dan keberlangsungan generasi mendatang. PGI juga menilai proyek PSN di Merauke mengancam kelestarian hutan, tanah dan sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat adat, dan sekaligus merusak tatanan ekologis yang dipercayakan Tuhan kepada manusia. Akhir Desember 2025, Greenpeace Indonesia melansir riset bertajuk “Kenyataan Pahit di Balik Janji Manis PSN Tebu Merauke.” Greenpeace Indonesia meneliti salah satu proyek pemerintah di Merauke ini, yakni PSN kebun tebu, yang menarget area 560.000 hektar, setara luas Pulau Bali. Sebuah konsorsium beranggotakan 10 perusahaan bakal menggarap proyek itu. Sembilan dari 10 perusahaan itu terhubung dengan dua grup korporasi dengan rekam jejak panjang di industri sawit. Riset ini mengungkap ancaman deforestasi yang mengancam hutan alam Papua, dan merampas ruang hidup masyarakat adat Adat Marind, Yei Nan, dan Muyu. Menurut penelitian itu, jika seluruh tutupan hutan alam dibuka, akan menghasilkan potensi emisi mencapai 221 juta ton CO2 atau sama besarnya dengan emisi tahunan dari 48 juta mobil. Dalam 18 bulan terakhir bukaan lahan dua perusahaan saja dari konsorsium perusahaan itu, menghabisi 23.000 hektar hutan, sabana dan lahan basah. Hingga Oktober 2025, deforestasi seluas 13.000 hektar terjadi di dua konsesi perusahaan tebu di Merauke dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.