Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Terjadi di Konsesi Korporasi

Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Terjadi di Konsesi Korporasi

kebakaran-hutan-dan-lahan-terus-terjadi-di-konsesi-korporasi
Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Terjadi di Konsesi Korporasi
service

  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih jadi mimpi buruk tahunan. Analisis citra satelit Yayasan Madani Berkelanjutan dan Pantau Gambut menunjukkan, jumlah area terbakar dan titik panas (hotspot) masih berada di atas lahan yang memiliki perizinan, baik Hak Guna Usaha (HGU) maupun Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Fadli Ahmad Naufal, Geographic Information System (GIS) Specialist Yayasan Madani Berkelanjutan menjelaskan, sekitar 212 ribu hektar atau 97% area terbakar merupakan lokasi baru, tanpa pengulangan terbakar dalam periode tahun 2025. Putra Saptian, Juru Kampanye Pantau Gambut menegaskan, cuaca panas ekstrem bukan penyebab satu-satunya karhutla. Dia justru melihat aktivitas eksploitatif korporasi banyak mendorong karhutla di lahan gambut.  Juma Maulana, peneliti GIS Pantau Gambut, mengatakan, pada Juni-Juli terjadi kenaikan titik panas secara signifikan di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Kebakaran lahan gambut terjadi akibat kesengajaan aktivitas korporasi. Menurutnya, banyak alih fungsi lahan gambut karena pemerintah memberikan izin konsesi pada perusahaan.     Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih jadi mimpi buruk tahunan. Analisis citra satelit Yayasan Madani Berkelanjutan dan Pantau Gambut menunjukkan, area terbakar dan titik panas (hotspot) masih berada di atas lahan yang memiliki perizinan, baik hak guna usaha (HGU) maupun perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH). Sepanjang Januari-Agustus, sedikitnya 218.000 hektar area indikatif terbakar (AIT). Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat penyumbang terbanyak, mencapai 23.000 hektar AIT. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 14.000 hektar, dan Landak, Kalbar, 12.000 hektar. Fadli Ahmad Naufal, Geographic Information System (GIS) Specialist Yayasan Madani Berkelanjutan menjelaskan, sekitar 212.000 hektar atau 97% area terbakar merupakan lokasi baru, tanpa pengulangan terbakar dalam periode 2025.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.