Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid

Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid

kemenhaj-cek-lagi-400-ribu-data-antrean-haji-yang-berisiko-tak-valid
Kemenhaj cek lagi 400 ribu data antrean haji yang berisiko tak valid
service

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, terdapat risiko sekitar 400 ribu data yang invalid dari daftar 5,7 juta data antrean calon haji, sehingga pihaknya akan memvalidasi kembali data-data itu.

“Sekitar 400 ribu itu kalau dikali 25 juta itu nilainya 10 triliun Pak. Nah ini mau kita bicarakan bareng-bareng dengan Kementerian Dalam Negeri. Kita cocokkan. Ini orangnya ada enggak sih? Kan mereka sudah bayar porsi 25. Bisa jadi sudah meninggal,” katanya dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Rabu.

Dahnil mengatakan, pihaknya akan mencocokkan kembali dengan data kependudukan dari Kemendagri. Menurutnya, bisa jadi sebagian dari 400 ribu orang yang menunggu giliran haji tersebut sudah meninggal, dan ahli warisnya tidak mau menggantikan berangkat haji atau menarik kembali dana yang sudah dibayarkan.

“Kenapa? Karena ada kepercayaan ‘ya sudah, itu milik orang tua saya’. Dan orang tua saya terhitung sudah berangkat naik haji. Nah, uangnya masih di situ. Nah, masih di situ artinya ini yang masuk data invalid. Nah ini nanti kita rekonsiliasi secara serius,” katanya.

Menurutnya, proses validasi tersebut penting dilakukan guna mengetahui jumlah data antrean yang benar-benar masih aktif sekaligus memastikan keberadaan dana yang masih tercatat dalam rekening calon haji.

Terkait dana haji dan umrah, Dahnil mengatakan bahwa pihaknya juga sedang menelusuri perusahaan travel yang harus segera ditutup karena kasus penipuan.

Dia mengatakan, hal ini juga perlu menjadi atensi karena ada 3 juta orang yang umroh per tahunnya. Dengan asumsi biaya umroh sebesar sekitar Rp30 juta per orang, ada sekitar Rp90 triliun perputaran dana untuk penyelenggaraan umroh.

Dia menilai, jumlah tersebut sangat besar dan terdapat risiko penipuan dalam layanan itu, sehingga perlu diikuti dengan pengawasan.

“Dan kami sudah menelusuri mana-mana perusahaan atau travel yang harus segera kami tutup. Harus kami berikan peringatan. Nah hari ini saja di Medan misalnya ada jamaah yang terlantar. Setiap hari itu selalu ada jamaah yang terlantar dan ditipu,” katanya.

Baca juga: Menhaj: Pemerintah usul biaya haji 2027 sebesar Rp107 juta

Baca juga: Menhaj: Penyesuaian BPIH 2027 untuk tingkatkan kualitas layanan haji

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.