Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kenali Ciri-Ciri Kepribadian Anak yang Sangat Perasa, Bunda Perlu Tahu

Kenali Ciri-Ciri Kepribadian Anak yang Sangat Perasa, Bunda Perlu Tahu

kenali-ciri-ciri-kepribadian-anak-yang-sangat-perasa,-bunda-perlu-tahu
Kenali Ciri-Ciri Kepribadian Anak yang Sangat Perasa, Bunda Perlu Tahu
service

Jakarta

Seperti yang dialami oleh sebagian besar orang tua, mengasuh anak merupakan sebuah pengalaman yang begitu melelahkan. Terlebih lagi, saat Bunda memiliki anak yang sangat perasa atau sensitif.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan anak yang sangat perasa mulai mendapat perhatian lebih, khususnya dalam topik pola asuh dan perkembangan anak. Bahkan, kondisi ini memiliki ruang tersendiri di media sosial untuk mengedukasi para orang tua.

Mungkin sebagian Bunda yang membaca ini juga pernah mengalami hal serupa, seperti Si Kecil yang tiba-tiba menangis, mudah tersinggung atau merasa tidak nyaman dalam situasi tertentu. Kondisi ini membuat Bunda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dirasakan oleh anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memahaminya lebih lanjut, penting bagi Bunda untuk mengenali ciri kepribadian anak yang sangat perasa serta bagaimana cara terbaik dalam menanganinya. Dengan begitu, Bunda mampu memberikan dukungan yang tepat dalam membantu anak belajar mengelola perasaannya.

Mengenal anak dengan kepribadian yang sangat perasa

Dikutip laman Parents, anak yang sangat perasa dicirikan sebagai anak dengan emosi yang lebih intens daripada anak seusianya, Bunda. Menurut psikolog klinis, Dr. Becky Kennedy, anak yang sangat perasa diketahui jauh lebih emosional saat merespons suatu hal.

“Anak dengan karakteristik ini akan merasakan sesuatu secara mendalam dan sering bereaksi secara intens terhadap suatu situasi. Tak jarang, respons mereka terlihat berlebihan bagi orang-orang disekitarnya,” kata Dr. Becky.

Dr. Becky turut menjelaskan bahwa anak yang sangat perasa mempunyai sering mengandalkan nalurinya untuk membaca dan memahami lingkungan sekitar. Kepekaan yang dimilikinya ini berkaitan erat dengan cara mereka mengekspresikan diri dan mengelola emosi.

“Anak juga sangat peka dengan lingkungan sekitar dan sering memperhatikan hal-hal yang sering diabaikan orang lain. Kepekaan ini bukanlah kekurangan, melainkan sebuah cara yang berbeda dalam anak mengenal dunia,” tambahnya.

Sebagian anak yang sangat perasa juga mudah tersentuh dan sensitif, Bunda. Mereka lebih mudah terbawa perasaan dari lingkungan dan bahkan kerap memberikan reaksi yang tidak biasa terhadap hal-hal yang sering dianggap sepele oleh orang lain.

Ciri-ciri karakteristik anak yang sangat perasa

Menurut Dr. Becky, kondisi ini tidak bisa disamakan dengan gangguan perkembangan saraf seperti ADHD atau ASD. Untuk itu, kita perlu mengetahui ciri-cirinya agar mendapatkan diagnosis terhadap kondisi tersebut dengan tepat. Berikut penjelasannya:

1. Emosi yang jauh lebih intens

Seperti yang disampaikan Dr. Becky sebelumnya, bahwa anak yang sangat perasa memiliki tingkat emosi yang jauh lebih intens. Mereka lebih mudah merasa senang, sedih, marah, dan emosi tersebut dapat berubah secara cepat.

2. Lebih sensitif

Anak yang sangat perasa cenderung lebih peka dan sensitif terhadap hal-hal di sekitar mereka. Kondisi ini membuat mereka menyerap terlalu banyak emosi, sehingga mudah merasa kewalahan atau menunjukkan sikap yang tidak biasa.

3. Takut ditinggalkan

Anak yang sangat perasa cenderung tidak bisa lepas dari orang tuanya sebab mereka merasa sangat takut untuk ditinggalkan. Kondisi ini terjadi karena emosi yang mereka miliki terlalu berlebihan sehingga membuat mereka sulit berpikir dengan tenang.

4. Ketergantungan

Apabila anak takut ditinggalkan, biasanya mereka juga akan lebih bergantung. Mereka lebih merasa aman dan terhubung secara emosional dengan pengasuh yang mampu memberikan kepastian serta kenyaman dalam diri mereka. 

5. Sulit menerima perubahan

Seperti yang kita tahu bahwa hidup akan dipenuhi dengan perubahan. Namun, bagi anak yang sangat perasa, perubahan adalah suatu hal yang begitu berat. Apabila terjadi perubahan, mereka cenderung lebih mudah merasa cemas atau sulit mengontrol emosi.

6. Memberikan reaksi yang berlebihan

Respons yang ditunjukkan oleh anak yang sangat perasa sering kali di luar dugaan kita, Bunda. Mereka kerap menunjukkan reaksi yang berlebihan, seperti meledakan emosi yang terpendam dalam dirinya.

7. Lebih cepat sadar diri

Anak yang sangat perasa cenderung akan overthinking terhadap diri sendiri, melihat respons orang lain, serta merenungkan segala kejadian dengan lebih mendalam. Akibatnya, mereka jadi suka menyalahkan diri sendiri hingga merasa ragu dengan kemampuannya.

Cara menangani anak yang sangat perasa

3 Dampak Melarang Anak Menangis saat Masih KecilIlustrasi/Foto: Getty Images/yongyuan

Menurut Dr. Becky, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menangani anak yang sangat perasa. Berikut tipsnya yang dapat Bunda ketahui dan terapkan:

1. Gunakan metode komunikasi non-verbal yang menyenangkan

Ketika emosi anak sedang meledak-ledak, Bunda dapat mengurangi intervensi atau tekanan yang diberikan kepada anak. Selain itu, Bunda dapat mengajak anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara yang lebih menyenangkan.

2. Hindari topik pembicaraan yang membuat anak tertekan

Saat mengajak anak berkomunikasi atau curhat, hindari pembawaan atau topik yang membuat mereka merasa tertekan. Buatlah percakapan menjadi lebih santai dan terbuka agar anak merasa aman dan nyaman.

3. Berikan ruang anak untuk mengungkapkan emosi

Saat anak merasa belum siap untuk bercerita, Bunda dapat memakluminya dan secara terbuka mengatakan akan selalu siap menjadi ruang anak untuk bercerita. Selain itu, pastikan Bunda juga selalu ada di sampingnya saat ia sudah siap untuk bercerita.

4. Validasi emosi anak

Saat anak bercerita, Bunda dapat memvalidasi emosi yang dirasakannya dengan memahami dan mengakui perasaan mereka. Hindari untuk langsung menentang atau menyanggah karena hal tersebut dapat membuat anak merasa tidak didengar.

5. Tunjukkan dukungan yang konsisten

Bunda perlu untuk selalu hadir memberi dukungan di berbagai kondisi anak, baik saat ia sedang bahagia atau sedang berada di masa-masa sulit. Dengan begitu, anak akan merasa aman dan selalu didampingi.

6. Normalisasi perasaan anak

Selain memvalidasi, menormalisasi apa yang dirasakan anak menjadi hal yang sangat penting. Bunda perlu membuat anak paham bahwa emosi yang dirasakannya bukanlah suatu hal yang salah melainkan sebuah proses dan bagian diri mereka yang unik.

Itulah penjelasan mengenai ciri kepribadian anak yang sangat perasa serta cara menanganinya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.