Mubadalah.id – Selain tes Pap, terdapat metode pemeriksaan visual yang dapat digunakan untuk membantu menemukan perubahan abnormal pada mulut rahim. Pemeriksaan ini menggunakan larutan asam cuka atau acetic acid yang dioleskan pada bagian mulut rahim.
Setelah larutan tersebut tenaga kesehatan berikan, selanjutnya mereka akan mengamati perubahan yang terjadi. Jaringan yang abnormal dapat berubah warna menjadi putih sehingga lebih mudah mereka kenali.
Dalam pemeriksaan tertentu, tenaga kesehatan dapat menggunakan bantuan lensa kecil untuk melihat perubahan pada mulut rahim secara lebih jelas. Metode tersebut memungkinkan perubahan jaringan dapat ia amati secara langsung.
Pemeriksaan visual dapat menjadi salah satu pilihan pemeriksaan, terutama karena prosesnya relatif sederhana. Namun, apabila ditemukan jaringan yang terlihat abnormal, pemeriksaan tidak berhenti pada tahap tersebut.
Temuan jaringan abnormal perlu ia tindaklanjuti dengan pemeriksaan lain untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Pemeriksaan lanjutan juga tenaga kesehatan perlukan agar mereka dapat menentukan langkah perawatan yang sesuai.
Biopsi untuk Memastikan Kondisi Jaringan
Pemeriksaan lain yang dapat tenaga kesehatan lakukan ketika terdapat dugaan perubahan pada mulut rahim adalah biopsi. Dalam prosedur ini, ia mengambil contoh jaringan dari mulut rahim.
Sampel jaringan tersebut kemudian tenaga kesehatan kirim ke laboratorium untuk mereka periksa. Pemeriksaan bertujuan mengetahui apakah di dalam jaringan terdapat sel-sel kanker atau tidak.
Biopsi dapat membantu memastikan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dengan mengetahui kondisi jaringan secara lebih jelas, tenaga kesehatan dapat menentukan apakah perubahan yang ia temukan merupakan kondisi yang perlu ia tangani lebih lanjut. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 501.





Comments are closed.