Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ketika Ayah dan Ibu Berbeda Pola Asuh: Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika Ayah dan Ibu Berbeda Pola Asuh: Apa yang Harus Dilakukan?

ketika-ayah-dan-ibu-berbeda-pola-asuh:-apa-yang-harus-dilakukan?
Ketika Ayah dan Ibu Berbeda Pola Asuh: Apa yang Harus Dilakukan?
service

Mubadalah.id – Masing-masing orang tua memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Jika ada perbedaan antara ayah dan ibu dalam pola asuh dan mendidik anak, hal tersebut adalah wajar.

Namun, perbedaan pola asuh ini ternyata dapat berdampak negatif. Anak dapat mengalami kebingungan mengenai perilaku mana yang sebenarnya diharapkan.

Perbedaan pola asuh ini juga dapat menjadi sumber konflik suami-istri yang akan mengurangi keharmonisan keluarga. Konflik antara ayah dan ibu yang terjadi dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak.

Alternatif solusi:

Pertama, ayah dan ibu perlu menyepakati nilai-nilai utama sebagai pedoman dalam mendidik anak.

Kedua, setiap menemukan perbedaan cara/pola asuh, sebaiknya menggunakan salah satu cara yang sudah lebih dulu diterapkan. Ayah dan ibu perlu menghindari berdebat tentang perbedaan cara merespons anak di depannya.

Bila situasinya sudah memungkinkan, ayah dan ibu perlu berbicara secara khusus tentang cara yang akan ia sepakati selanjutnya, namun pembicaraan ini tidak ia lakukan di depan anak.

Ketiga, gunakan pola asuh yang memang memiliki dasar nilai yang menjadi nilai utama dalam mendidik anak.

Ayah dan Ibu Sama-sama Bekerja

Pada zaman sekarang, tidak sedikit keluarga yang dihadapkan pada situasi ini. Tuntutan ekonomi menjadi alasan utama sehingga kedua orang tua harus sama-sama bekerja. Akibat dari situasi ini adalah berkurangnya waktu dan perhatian orang tua kepada anak.

Alternatif solusi:

Pertama, jika memungkinkan, menyepakati waktu bekerja agar suami dan istri dapat secara bergantian mengasuh anak.

Kedua, ketika sudah di rumah, baik suami maupun istri memberikan perhatian penuh pada anak. Dengan waktu yang terbatas, upayakan kualitas hubungan tetap terjaga. Tetap sepakati bahwa dalam satu minggu ada hari keluarga.

Ketiga, salah satu pasangan dapat memilih profesi/pekerjaan yang dapat ia lakukan di rumah.

Kempat, melibatkan bantuan dari pihak lain yang dapat ia percaya (kakek/nenek, paman/bibi, saudara, taman pengasuhan anak/TPA, dan lain-lain). []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 109-110

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.