Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan

Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan

khutbah-jumat:-istiqamah-pasca-ramadhan,-tanda-diterimanya-amalan
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
service

Istiqamah setelah Ramadhan adalah tanda bahwa amal kita diterima oleh Allah SWT. Ramadhan bukan akhir ibadah, tetapi awal untuk terus menjaga kebaikan. Maka, meskipun sedikit, amal yang dilakukan secara konsisten itulah yang paling bernilai di sisi Allah. Semoga kita mampu terus istiqamah dalam ketaatan.

Naskah khutbah Jumat berikut ini berjudul, “Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Segala puji bagi Allah SWT, Dzat Yang Maha Pemurah, yang mengalirkan nikmatnya yang penuh berkah, menuntun langkah kita dengan cahaya taufik dan hidayah. Dialah yang dengan kasih sayang-Nya mempertemukan dan memisahkan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah yang menyejukkan jiwa dan menguatkan raga dalam ibadah.

Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah dengan indah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sang pembawa cahaya kebenaran, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan ini, marilah kita tundukkan hati dan meneguhkan langkah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi cahaya yang hidup dalam hati, yang membimbing setiap langkah kita untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan itu, hidup kita dipenuhi keberkahan, hati kita dilapangkan, dan kita termasuk hamba-hamba yang beruntung di dunia sampai akhir zaman.

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Seiring berjalannya waktu, Ramadhan telah berlalu. Bulan yang penuh berkah itu meninggalkan kita, membawa kenangan ibadah yang begitu indah. Di bulan Ramadhan, semangat kita terpompa untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita. Namun, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama: apakah amal ibadah kita di bulan Ramadhan telah diterima oleh Allah SWT?

Para ulama memberikan tanda-tanda diterimanya amal kita, yakni saat kita mampu istiqamah dalam kebaikan setelahnya. Artinya, jika setelah Ramadhan kita tetap menjaga ibadah, maka itu menjadi isyarat bahwa Ramadhan telah memberikan pengaruh positif dalam kehidupan kita.

Syekh Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan dalam kitab Lathatiful Ma’arif:

مَنْ عَمِلَ طَاعَةً مِنَ الطَّاعَاتِ وَفَرِغَ مِنْهَا فَعَلَامَةُ قَبُوْلِهَا أَنْ يَصِلَهَا بِطَاعَةٍ أُخْرَى

Artinya: “Siapa yang melakukan suatu amal ibadah dan telah rampung melaksanakannya, maka tanda diterima amal tersebut adalah diiringi dengan amal ibadah yang lain.”

Ibnu Rajab al-Hambali melanjutkan:

وَعَلَامَةُ رَدِّهَا أَنْ يَعْقِبَ تِلْكَ الطَاعَةَ بِمَعْصِيَةٍ مَا أَحْسَنَ اْلحَسَنَةَ بَعْدَ السَّيِّئَةِ تَمْحُوْهَا وَأَحْسَنُ مِنْهَا بَعْدَ الْحَسَنَةِ تَتْلُوْهَا

Artinya: “Sebaliknya, jika amal ibadah itu tidak diterima oleh Allah ta’âlâ, maka amal tersebut diiringi dengan kemaksiatan. Betapa baik amal ibadah yang dilakukan setelah perbuatan maksiat sehingga menghapus dosa maksiat. Lebih baik lagi jika amal ibadah tersebut diikuti oleh ibadah berikutnya.”

Istiqamah bukan berarti kita harus melakukan ibadah sebanyak di bulan Ramadhan, tetapi bagaimana kita konsisten dalam ketaatan, meskipun sedikit. Allah SWT menyukai amal yang dilakukan terus-menerus, walaupun kecil. Inilah yang menjadi bukti keikhlasan kita dalam beribadah.

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Pasca Ramadhan, tantangan kita justru semakin besar. Jika di bulan Ramadhan suasana sangat mendukung untuk beribadah, masjid ramai, lantunan Al-Qur’an terdengar di mana-mana, maka setelah Ramadhan, semua itu kembali seperti biasa. Tidak ada lagi suasana yang “memaksa” kita untuk taat beribadah.

Di sinilah letak ujian yang sebenarnya. Apakah kita tetap menjaga shalat berjamaah? Apakah kita masih membuka Al-Qur’an setiap hari? Apakah lisan kita tetap terjaga dari ghibah dan perkataan sia-sia? Apakah tangan kita masih ringan untuk bersedekah?

Jika jawabannya “ya”, maka insyaAllah itu adalah tanda kebaikan. Namun, jika kita kembali kepada kebiasaan lama yang jauh dari nilai-nilai Ramadhan, maka itu menjadi bahan muhasabah bagi diri kita.

Istiqamah menjadi kunci keselamatan. Allah SWT menjanjikan bahwa orang-orang yang beriman dan istiqamah tidak akan merasa takut dan tidak pula bersedih hati. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan ketenangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushshilat: 30)

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Oleh karena itu, marilah kita berusaha menjaga amalan-amalan yang telah kita lakukan selama Ramadhan. Tidak harus banyak, tetapi harus konsisten. Mari jaga shalat lima waktu kita, lanjutkan membaca Al-Qur’an meskipun hanya beberapa ayat setiap hari, biasakan bersedekah walaupun sedikit, serta perbanyak dzikir dan doa.

Selain itu, mari kita sempurnakan ibadah kita dengan melaksanakan puasa sunnah lainnya seperti enam hari di bulan Syawal. Amalan ini menjadi salah satu bentuk bukti bahwa kita ingin terus melanjutkan semangat Ramadhan dalam kehidupan kita.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).

Akhirnya, marilah kita jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan. Jangan sampai kita menjadi hamba yang rajin beribadah hanya di bulan Ramadhan, tetapi lalai di bulan-bulan lainnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqamah di jalan-Nya hingga akhir hayat. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، َأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Ustadz H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.