Fri,4 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Khutbah Jumat: Jaga Lingkungan untuk Ibadah Tenang, Hidup Senang, Jalan ke Surga Terang

Khutbah Jumat: Jaga Lingkungan untuk Ibadah Tenang, Hidup Senang, Jalan ke Surga Terang

khutbah-jumat:-jaga-lingkungan-untuk-ibadah-tenang,-hidup-senang,-jalan-ke-surga-terang
Khutbah Jumat: Jaga Lingkungan untuk Ibadah Tenang, Hidup Senang, Jalan ke Surga Terang
service

Lingkungan yang Allah amanahkan kepada manusia bukan sekadar tempat berpijak, tetapi juga ladang amal yang menentukan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Melalui khutbah ini, jamaah diajak menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan, kelestarian, dan keseimbangan alam bukan hanya urusan duniawi, melainkan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat! (Redaksi)

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِإِلْاِصْلَاحِ وَنهَانَا عَنِ الْفَسَادِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْفَتَّاحْ الصَّمَدُ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ دَعَانَا اِلَى الْفَلَاحِ مِنَ الْمَعَاشِ اِلَى الْمَعَادِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ  وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ  وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala yang telah melimpahkan kepada kita begitu banyak nikmat, hingga pada hari yang mulia ini kita masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk memenuhi panggilan-Nya, melangkahkan kaki ke masjid, dan menunaikan shalat Jumat berjamaah. Nikmat ini tentu bukan sekadar untuk disyukuri dengan lisan, tapi juga harus kita gunakan untuk menjalankan perintah dan syariat-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, juga kepada keluarga dan para sahabat beliau. Semoga kita semua termasuk umat yang mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib mengajak diri khatib sendiri dan jamaah sekalian untuk terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena sesungguhnya, orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa kepada-Nya. Dan salah satu wujud nyata dari ketakwaan itu adalah dengan menjaga dan memperlakukan lingkungan kita dengan sebaik-baiknya.

Jamaah yang dimuliakan Allah 

Lingkungan bukan hanya sesuatu nun juah di sana yang tidak terjangkau seperti hutan di pedalaman ataupun laut yang tak pernah kita seberangi.

Lingkungan adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita. Tetumbuhan yang kerap memanjakan kita dengan hijau daunnya yang begitu dinikmati mata, dengan oksigen yang diembuskannya lalu kita hirup untuk menyambung hidup.

Lingkungan adalah sungai yang tak lagi menjadi sumber kehidupan yang makmur, sebab telah menjelma pembuangan limbah dapur. Lingkungan adalah sawah yang tak lagi ditanami padi, tetapi tumbuh rumah-rumah pribadi. Lingkungan adalah mata air yang kering karena pohon-pohon yang kian asing.

Lingkungan adalah suhu bumi yang terus meningkat. Panas yang sudah sangat gawat. Banjir pun seakan agenda setiap saat, bahkan di wilayah yang sebelumnya tak pernah terlewat.
 

Lingkungan adalah diri kita sendiri. Rumah kita sendiri. Tanah air kita sendiri. Tempat kita menempelkan dahi menghadap Ilahi. Tempat kita mencari sesuap nasi. Tempat kita berbagi dengan sesama anak negeri. Tempat kita bekerja untuk anak istri.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah 

Tanpa lingkungan yang terjaga, apalah arti segalanya. Ketika lingkungan kita hancur, segala sendi kehidupan juga bisa kabur. Harapan menjadi bangsa yang makmur pun menjadi terkubur.

Dalam hal ini, Allah Ta’ala sudah mengingatkan kita semua melalui Al-Qur’an Surat Al-Qashash ayat 77.

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ  وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ  وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya, “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Jika dikontekstualisasikan dalam wilayah lingkungan ini, sebetulnya saling berkaitan antara penjagaan terhadap lingkungan, kehidupan dunia, dan jalan menuju akhirat. 

Allah swt mengingatkan kita agar tidak lupa dengan dunia. Namun, hal itu berkait-paut dengan kalimat sebelum dan sesudahnya. Bahwa dunia merupakan bagian dari anugerah Allah swt yang harus kita syukuri. Bentuk syukur adalah menggunakan kenikmatan itu sesuai tujuan penciptaannya. Sementara kita diciptakan tidak lain hanyalah untuk ibadah. .

Oleh karena itu, dunia menjadi ladang bagi kita untuk beribadah sebagai jalan menuju akhirat. Di dunia ini kita shalat, sujud merendahkan jidat. Di dunia ini kita bekerja, sepanjang hari banting tulang untuk keluarga. Di dunia ini kita puasa, menahan segala nafsu dan angkara.

Pun kaitan dengan kalimat setelahnya, bahwa kita juga harus berbuat baik. Bahkan tidak cukup hanya dengan berbuat baik, tetapi Allah swt menegaskan agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi. Ulama menafsirkan kerusakan ini dengan maksiat. Karenanya, merusak lingkungan adalah bagian dari maksiat itu sendiri.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Merusak lingkungan menjadi sebab memperburuk sarana kehidupan dan penghidupan. Hal ini yang tidak bisa dibenarkan. Sebab, Rasulullah SAW bersabda:

لا ضَرَرَ ولا ضِرار

Artinya, “Tidak boleh berbuat mudarat (bahaya) dan tidak boleh saling memudaratkan.”

Dengan demikian, jamaah yang dimuliakan Allah, kita tidak boleh melakukan sesuatu yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam konteks ini, merusak lingkungan termasuk perbuatan yang dilarang. Sebab, ketika lingkungan rusak, bukan hanya kita yang merasakan dampaknya, tapi juga orang lain, bahkan makhluk-makhluk lain yang hidup bersama kita di bumi ini. Ekosistem hancur, keseimbangan alam terganggu, dan rantai kehidupan bisa terputus.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan ini dengan sebaik-baiknya. Ingatlah, kita adalah khalifah di bumi, manusia yang Allah pilih dan percayai untuk memakmurkan, bukan merusaknya.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita kekuatan, kesadaran, dan kemampuan untuk menjaga bumi ini dari kerusakan, serta memakmurkannya dengan kebaikan dan kemaslahatan. Dengan lingkungan yang terjaga, insyaAllah ibadah kita menjadi lebih tenang, hidup kita lebih senang, dan jalan menuju surga pun menjadi terang benderang.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ.

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ 

Ustadz Syakir NF, Imam Masjid Baitul Maqdis Padabeunghar, Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.