Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Peneliti IPB University Kembangkan Suspensi Gambir sebagai Kandidat Terapi Fibrosis Paru

Peneliti IPB University Kembangkan Suspensi Gambir sebagai Kandidat Terapi Fibrosis Paru

peneliti-ipb-university-kembangkan-suspensi-gambir-sebagai-kandidat-terapi-fibrosis-paru
Peneliti IPB University Kembangkan Suspensi Gambir sebagai Kandidat Terapi Fibrosis Paru
service

IPB University kembali menghadirkan inovasi berbasis kekayaan hayati Indonesia melalui pengembangan komposisi suspensi getah kering gambir (Uncaria gambir) sebagai kandidat fibropreventif dan antifibrosis paru.

Inovasi ini membuka peluang lahirnya alternatif terapi berbahan alam yang lebih aman sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas gambir nasional.

Fibrosis paru merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru sehingga mengganggu fungsi pernapasan. Hingga saat ini, pilihan terapi untuk penyakit tersebut masih terbatas, bahkan pada kondisi progresif transplantasi paru menjadi satu-satunya pengobatan yang dinilai efektif.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Desdiani, menjelaskan penggunaan bahan alam menjadi pendekatan yang semakin menjanjikan karena memiliki efek toksik yang relatif rendah serta mengandung berbagai senyawa aktif yang bekerja pada banyak target penyakit.

“Penelitian ini mengembangkan komposisi suspensi ekstrak getah kering gambir sebagai kandidat fibropreventif dan antifibrosis paru. Gambir mengandung katekin yang memiliki aktivitas antioksidan, antiradang, serta berpotensi menghambat proses pembentukan jaringan parut pada paru,” ujarnya.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan model hewan yang mengalami fibrosis paru akibat induksi bleomisin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suspensi gambir mampu memperbaiki berbagai parameter peradangan, termasuk jumlah sel radang, kadar Transforming Growth Factor Beta-1 (TGF-β1), Nuclear Factor Kappa B (NF-κB), Tissue Inhibitor of Metalloproteinase-1 (TIMP-1), ekspresi kolagen tipe I, hingga gambaran histopatologi paru.

Menurut Desdiani, kebaruan inovasi ini terletak pada pemanfaatan ekstrak getah kering gambir dalam bentuk suspensi yang diformulasikan sebagai kandidat terapi fibrosis paru. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, invensi tersebut telah menunjukkan bukti praklinis mengenai potensi gambir dalam menghambat perkembangan fibrosis paru.

Ia menambahkan inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia kesehatan, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap pengembangan komoditas lokal Indonesia. Gambir yang selama ini lebih dikenal sebagai komoditas perkebunan berpotensi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila dikembangkan menjadi bahan baku obat herbal berbasis bukti ilmiah.

“Indonesia merupakan salah satu produsen gambir terbesar di dunia. Pemanfaatan gambir sebagai kandidat obat herbal tidak hanya mendukung pengembangan terapi yang lebih aman dan terjangkau, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat industri obat herbal nasional,” katanya.

Dalam tahap pengembangan berikutnya, Desdiani akan melanjutkan proses hilirisasi melalui uji klinis pada manusia guna mengevaluasi keamanan dan efektivitas suspensi gambir.

Selain itu, ia juga akan memperkuat kolaborasi dengan petani gambir, rumah sakit, industri obat herbal, perguruan tinggi, dan pemerintah agar inovasi tersebut dapat berkembang menjadi fitofarmaka yang siap dimanfaatkan masyarakat secara luas.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.