Tue,11 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Kontrak Impor Minyak Rusia Disepakati, Bahlil: Tinggal Tunggu Kargo

Kontrak Impor Minyak Rusia Disepakati, Bahlil: Tinggal Tunggu Kargo

kontrak-impor-minyak-rusia-disepakati,-bahlil:-tinggal-tunggu-kargo
Kontrak Impor Minyak Rusia Disepakati, Bahlil: Tinggal Tunggu Kargo
service

KABARBURSA.COM – Kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia tampaknya bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membocorkan bahwa kontrak impor minyak dari Negeri Beruang Merah itu sudah rampung dan tinggal menunggu kedatangan kargo.

Bahlil menyebutkan, saat ini fokus utama pemerintah adalah merapikan teknis pengiriman agar komoditas energi tersebut segera sampai di tanah air.

“Secara deal sudah, kontrak sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya, dan mungkin 1-2 minggu ini sudah bisa ya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Pemerintah menyetujui komitmen impor minyak mentah sebesar 150 juta barel dari Rusia sebagai langkah strategis untuk menutup defisit pasokan energi nasional hingga akhir tahun 2026. 

Kebijakan ini diambil di tengah ketergantungan Indonesia pada impor, seiring konsumsi minyak domestik yang jauh melampaui produksi dalam negeri.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot volume impor dari Rusia memang besar, namun masih belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan impor tahunan Indonesia.

“Sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai akhir tahun,” ujar Yuliot.

Saat ini, kebutuhan minyak Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara lift nasional baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Dengan kondisi tersebut, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Berarti kita mengimpor sekitar 1 juta barel, kurang lebih. Kalau dikalkulasikan sepanjang tahun, 150 juta itu juga kurang. Kita mencari tambahan dari negara-negara lain, termasuk yang dari Amerika,” ujar Yuliot.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Rusia bukan satu-satunya sumber pasokan yang dijajaki pemerintah. Di tengah tekanan geopolitik global dan melemahnya pasar energi, Indonesia berupaya mendiversifikasi sumber impor agar tidak bergantung pada satu negara saja.

Pemerintah juga memastikan minyak mentah dari Rusia nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan bahan bakar transportasi masyarakat. Pasokan tersebut diproyeksikan akan menopang sejumlah sektor strategis, mulai dari industri, pertambangan, hingga petrokimia.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.