Kontribusi Liauw Choon Yin, Penari Indonesi yang Kenalkan Tari Melayu di Singapura pada 1960-an | The Straits Times 18 Februari 1982
Tahukah Kawan, perkembangan tari Melayu di Singapura ternyata tidak lepas dari peran para penari Indonesia di masa lalu. Liau Choon Yin menjadi salah satu sosok yang turut berkontribusi dalam mengajarkan tarian Melayu di Singapura beberapa dekade silam.
Penari ini diketahui termasuk dalam salah satu rombongan kebudayaan Indonesia yang mengenalkan tari Melayu ke Singapura pada awal 1960-an. Beberapa tarian Melayu yang populer di Singapura hingga saat ini pun tidak lepas dari peran dari penari yang akrab disapa dengan nama Ah Choon tersebut.
20 tahun berselang, tepatnya pada 1980-an, Ah Choon pernah kembali lagi ke Singapura untuk mengunjungi keluarganya. Pada momen ini, dia pun sempat berjumpa dengan beberapa rekannya di Singapura saat pertama kali memperkenalkan tarian Melayu.
Setelah dua dekade sejak kedatangan pertamanya, tarian Melayu berhasil berkembang pesat di Singapura. Banyak generasi muda yang mulai berminat untuk menekuni kesenian tersebut.
Hal ini tentu memberikan kesan positif bagi Ah Choon. Usaha yang dia lakukan bersama rombongan kebudayaan Indonesia dulunya ternyata berhasil membuahkan hasil.
Lantas bagaimana cerita saat Ah Choon bisa mengenalkan tarian Melayu di Singapura pada 1960-an silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Gemari Seni Tari sejak Belia
Disitat GNFI dari artikel “Kisah Seorang Guru Tari yang Gigih dari Indonesia” yang terbit di surat kabar The Straits News edisi 25 Februari 1982, ketertarikan Ah Choon terhadap dunia seni tari ternyata sudah muncul sejak dirinya kecil. Ah Choon yang tumbuh besar di Jakarta mulai menekuni kesenian ini sejak usia tujuh tahun.
Kedua orang tua Ah Choon sebenarnya tidak mengarahkan dirinya secara khusus untuk menjadi penari. Mereka hanya membiarkan Ah Choon menekuni minatnya tersebut.
Ah Choon kecil kemudian berlatih di sebuah institut seni tari yang ada di Jakarta waktu itu. Dalam kurun waktu tiga tahun, Ah Choon sudah berhasil membawakan beberapa tarian dengan baik.
Bahkan dirinya mulai tampil di berbagai macam pertunjukkan. Tidak hanya di sekolah, Ah Choon pun mulai menjadi primadona berkat kemampuan tarinya di daerah Kebayoran, Jakarta dan sekitarnya.
Kenalkan Tari Melayu ke Singapura
Kegemarannya terhadap seni tari ini terus berlanjut hingga dirinya dewasa. Berkat kemampuannya ini pula, Ah Choon terpilih sebagai salah satu rombongan kebudayaan Indonesia yang melakukan kunjungan ke Singapura pada 1960-an.
Dilihat GNFI dari artikel “Seni Tari Melayu Hutang Budi pada Nona Liauw” yang terbit di surat kabar The Straits News edisi 18 Februari 1982, Ah Choon beserta rombongan lainnya bertanggung jawab mengajarkan tarian Melayu ke beberapa perkumpulan yang adai di Singapura pada waktu itu.
Dari pengenalan inilah, murid-murid yang diajarkan oleh Ah Choon menyebarkan secara luas tarian Melayu yang sudah mereka pelajari. Tidak hanya di antara perkumpulan seni saja, pengenalan tarian Melayu ini juga sampai ke kalangan sekolah dan anak-anak.
Kagum dan Bangga Atas Hasil Kerja Keras
Pada 1982, Ah Choon kemudian berkesempatan untuk kembali ke Singapura. Dikutip GNFI dari artikel “Penari Indon Gembira Penat Lelahnya Berhasil” yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 10 Februari 1982, kedatangan Ah Choon ke Singapura pada waktu itu bertujuan untuk menemui keluarganya.
Walau begitu, Ah Choon menyempatkan diri untuk melihat sejauh mana perkembangan tarian Melayu di tanah Singapura. Begitu melihat perkembangan yang pesat, termasuk adanya tarian-tarian baru yang muncul, membuat Ah Choon merasa kagum dan bangga atas hasil dari usahanya di masa silam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




Comments are closed.