Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum menjadi pemandangan sehari-hari di sejumlah daerah luar Jawa. Di Jambi, antrean kendaraan berbahan bakar diesel mengular hingga bahu jalan. Kondisi serupa terjadi di Merangin, Sarolangun, Muara Bungo, Sumatera Selatan, dan Lampung. Sebagian pengemudi bahkan harus menunggu semalaman untuk mendapatkan solar. Kelangkaan tersebut dinilai bukan sekadar gangguan distribusi. Sudaryadi, Direktur Program Traction Energy Asia, mengatakan terdapat tekanan bersamaan dari sisi fiskal, pasokan bahan baku, dan tata kelola. Penerapan biodiesel 50 atau B50 sejak 1 Juli 2026 menambah kebutuhan subsidi. Ketika harga minyak mentah Brent berada di bawah US$101 per barel, biaya produksi biodiesel menjadi lebih mahal dibandingkan solar fosil. Sebab, harga biodiesel juga dipengaruhi harga minyak sawit mentah sebagai bahan bakunya. “Sepanjang 2026, tren penurunan harga Brent memperlebar selisih harga antara biodiesel dan solar fosil sehingga kebutuhan subsidi biodiesel meningkat. Dalam kajian kami, kondisi ini berpotensi menambah beban fiskal sekitar Rp80-100 triliun per tahun,” ujar Sudaryadi. Dana subsidi B50 berasal dari pungutan ekspor sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Ketika kebutuhan subsidi tumbuh lebih cepat daripada penerimaan pungutan, pembayaran insentif kepada produsen biodiesel berpotensi terganggu. Pasokan minyak sawit juga menghadapi persaingan antara kebutuhan energi, pangan, dan ekspor. Kebutuhan biodiesel diperkirakan meningkat dari sekitar 12,5 juta ton menjadi 19,8 juta ton pada 2035. Pemerintah didesak membuka data distribusi, stok BBM, dan realisasi pencampuran biodiesel untuk memastikan penyebab langsung kelangkaan. Agus Praditya Tampubolon, Direktur Iklim dan Transisi Energi Berkeadilan IESR, mengatakan ketahanan energi mencakup ketersediaan, keterjangkauan harga, kemudahan akses, dan penerimaan masyarakat.…This article was originally published on Mongabay
Antrean BBM Mengular, Ketimpangan Energi di Luar Jawa Disorot
Antrean BBM Mengular, Ketimpangan Energi di Luar Jawa Disorot





Comments are closed.