Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. KPAI Minta Negara Lindungi Anak Korban Amuk Massa di Bali

KPAI Minta Negara Lindungi Anak Korban Amuk Massa di Bali

kpai-minta-negara-lindungi-anak-korban-amuk-massa-di-bali
KPAI Minta Negara Lindungi Anak Korban Amuk Massa di Bali
service

Jakarta, NU Online

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus amuk massa yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali. Di tengah perhatian publik terhadap proses hukum kasus tersebut, KPAI mengingatkan bahwa anak-anak yang ditinggalkan korban juga membutuhkan perlindungan dan pendampingan karena turut merasakan dampak psikologis yang berat.

Perhatian publik menguat setelah beredar video yang memperlihatkan anak KD menangis saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Anak bungsu KD tampak tak kuasa menahan kesedihan ketika jenazah sang ayah dibawa memasuki rumah duka.

Sebelumnya, KD dilaporkan tewas setelah dikeroyok massa karena diduga mencuri ayam aduan. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Komisioner KPAI Ai Rahmayanti menegaskan bahwa anak dalam kasus tersebut harus dipandang sebagai korban yang berhak memperoleh perlindungan.

Menurut Ai, kehilangan orang tua secara mendadak akibat tindakan main hakim sendiri berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi anak.

“KPAI memandang anak ini merupakan korban yang harus mendapatkan perlindungan. Kehilangan orang tua secara mendadak akibat tindakan main hakim sendiri berpotensi menimbulkan trauma, rasa takut, kecemasan, kesedihan mendalam, hingga gangguan pada perkembangan emosional dan sosial anak,” ujarnya saat ditemui NU Online di Kantor PBNU, Selasa (28/7/2026).

“Karena itu, penanganan harus berfokus pada kepentingan terbaik bagi anak serta memastikan kondisi psikologisnya segera dipulihkan,” sambung Ai.

Ia mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), UPTD PPA, serta Dinas Sosial agar segera melakukan asesmen dan pendampingan psikososial terhadap anak tersebut.

“Pendampingan tidak boleh bersifat sesaat, tetapi harus berkelanjutan sesuai kebutuhan anak dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan tenaga profesional agar proses pemulihan berjalan optimal,” tegasnya.

Selain pemulihan psikologis, KPAI juga menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak dasar anak. Ai menegaskan bahwa negara berkewajiban memastikan kebutuhan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial tetap terpenuhi meskipun anak kehilangan orang tua.

Ia juga mengingatkan agar anak tidak menjadi sasaran stigma akibat dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada ayahnya.

“Anak tidak boleh menanggung konsekuensi atas perbuatan yang diduga dilakukan orang tuanya. KPAI mengingatkan seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat, agar tidak memberikan label, menyebarluaskan identitas anak, maupun melakukan tindakan yang memicu stigma dan perundungan,” tegas Ai.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.