Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kue Koya, Kue Kering Tradisional Khas yang Tercipta dari Akulturasi Budaya

Kue Koya, Kue Kering Tradisional Khas yang Tercipta dari Akulturasi Budaya

kue-koya,-kue-kering-tradisional-khas-yang-tercipta-dari-akulturasi-budaya
Kue Koya, Kue Kering Tradisional Khas yang Tercipta dari Akulturasi Budaya
service

Kue Koya, Kue Kering Tradisional Khas yang Tercipta dari Akulturasi Budaya | Wikimedia Commons/Midori


Kue koya, salah satu kue tradisional khas Indonesia yang bisa Kawan jumpai di beberapa momen penting di tengah masyarakat. Dulunya kue tradisional ini bahkan menjadi salah satu cemilan favorit yang banyak digemari oleh masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan kue koya sudah mulai jarang dijumpai di tengah masyarakat. Jika pun masih ada, biasanya kue tradisional ini hanya dapat ditemukan pada momen-momen tertentu saja.

Kue koya bisa dijumpai di beberapa daerah di Indonesia, khususnya yang ada di Pulau Jawa. Akan tetapi tahukah Kawan, ternyata kue tradisional ini diyakini tidak tercipta secara utuh dari latar belakang budaya yang ada di Indonesia saja?

Kudapan tradisional ini diyakini tercipta dari adanya akulturasi budaya di tengah masyarakat dulunya. Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar kue koya tersebut?

Mengenal Kue Koya, Kue Kering Tradisional Khas Indonesia

Kue koya adalah salah satu kue kering tradisional khas dari Indonesia. Kue kering ini khususnya bisa Kawan jumpai di beberapa daerah yang ada di Pulau Jawa.

Nama kue koya sendiri akrab digunakan untuk kudapan ini di sekitar daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk di daerah Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya, kue kering serupa lebih dikenal dengan nama kue satu.

Meskipun memiliki perbedaan nama, kue koya dan kue satu merujuk pada satu jenis kue kering yang sama. Kue kering tradisional ini memiliki tekstur yang agak keras dan identik dengan warna putih.

Sekilas kue koya memiliki kemiripan dengan kue kering lainnya, yakni kue putri salju. Apalagi kedua kue kering tersebut sama-sama memiliki tampilan yang berwarna putih.

Namun warna putih yang ada di kue koya berbeda dengan apa yang ada di kue putri salju. Warna putih di kue putri salju biasanya berasal dari gula bubuk yang ditaburi ketika proses pembuatannya.

Lain halnya dengan koya yang sama sekali tidak menggunakan gula bubuk dalam penyajiannya. Warna putih pada kue kering ini berasal dari kacang hijau setelah dijemur dan dimasak menjadi kue koya.

Tercipta dari Akulturasi Budaya

Tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali kudapan tradisional ini mulai ditemukan di tengah masyarakat Indonesia. Namun ada yang meyakini bahwa kue koya tercipta dari adanya akulturasi budaya yang terjadi di masa lalu.

Kue koya diyakini tercipta dari adanya pengaruh budaya Tionghoa di Indonesia pada masa lalu. Terlebih penamaan kue satu, nama lain dari kue koya, dalam bahasa Tionghoa berarti tepung (sa) dan kacang (tu).

Tepung kacang ini merujuk pada kacang hijau yang sudah dihaluskan hingga menjadi tepung. Hal ini sesuai dengan bahan dasar yang digunakan untuk membuat kue tradisional khas Indonesia tersebut.

Disajikan pada Momen-Momen Penting

Dulunya kue koya menjadi salah satu pilihan kudapan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Banyak warung-warung yang menyajikan kue tradisional ini untuk dikonsumsi oleh para pembeli yang datang.

Selain itu, kue koya juga menjadi salah satu kudapan yang sering disajikan pada saat ada momen-momen penting di tengah masyarakat. Misalnya, kue kering ini bisa Kawan temui saat momen Lebaran, Natal, hingga Imlek.

Cara Membuat Kue Koya

Jika Kawan tertarik untuk mencoba kue koya, maka bisa membuatnya di rumah masing-masing. Apalagi bahan dan cara membuat kue koya tidak terlalu rumit untuk dilakukan.

Dikutip dari buku Makanan Khas Ramadhan di Kabupaten Ciamis, beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat kue koya adalah tepung, gula pasir, kelapa parut, dan air hangat. Semua bahan ini nantinya akan diaduk menjadi rata dalam satu adonan yang sama.

Setelah itu, adonan bisa dibentuk dan diletakkan di atas loyang yang sudah disediakan. Terakhir adonan kue koya bisa dibakar di oven dan dimasak hingga matang.

Jika sudah matang, kue koya sudah bisa disajikan dan dinikmati bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.