Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Kuskus Beruang Sulawesi Muncul karena Ancaman dan Tekanan di Hutan

Kuskus Beruang Sulawesi Muncul karena Ancaman dan Tekanan di Hutan

kuskus-beruang-sulawesi-muncul-karena-ancaman-dan-tekanan-di-hutan
Kuskus Beruang Sulawesi Muncul karena Ancaman dan Tekanan di Hutan
service

Kemunculan kuskus beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) baru-baru ini viral di media sosial. Satwa unik ini menarik perhatian publik karena wujudnya yang jarang terlihat. Pasalnya, kuskus beruang merupakan hewan endemik Sulawesi yang status habitatnya masuk ke dalam kategori rentan punah.

Kuskus beruang Sulawesi masuk ke dalam daftar merah IUCN sebagai spesies vulnerable atau rentan. Keberlangsungan hidup hewan ini di alam memiliki risiko yang signifikan. Status ini didasarkan pada penurunan populasi yang terus berlangsung akibat hilangnya habitat alami, deforestasi, dan perburuan liar.

Si pemalu yang sulit dijamah

Kuskus beruang Sulawesi termasuk mamalia berkantung (marsupialia) yang hidup di kanopi hutan hujan tropis dataran rendah. Warna bulunya khas hitam ke abu-abu atau coklat keabu-abuan. Bentuk tubuhnya juga unik sehingga sering dibandingkan dengan beruang, meskipun secara taksonomi bukan anggota keluarga beruang sungguhan. Kerabat terdekatnya adalah marsupial seperti phalanger dan kuskus lainnya.

Satwa ini memiliki cakar melengkung tajam dan ekor yang kuat, digunakan untuk menggenggam dahan saat bergerak di kanopi pohon sebagai habitat utamanya. Hewan ini relatif pendiam dan bergerak lamban, serta sering beristirahat atau tidur siang di ketinggian pepohonan.

Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan memaparkan, dari sekitar 26 jenis tumbuhan yang ada di habitatnya, hanya sekitar 15% yang diketahui menjadi pakan kuskus beruang. Hal ini menunjukkan betapa spesifik dan terbatasnya sumber makanan yang dapat menunjang hidupnya.

Kuskus beruang juga cenderung hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari induk dan bayi, kecuali saat musim kawin ketika jantan dan betina menjadi soliter. Betina biasanya melahirkan satu atau dua anak dalam setahun, dan anak tersebut berkembang pertama kali di dalam kantung induk sebelum keluar dan hidup di luar setelah beberapa bulan.

Tekanan dan ancaman habitat

Dalam dokumennya, IUCN juga menjelaskan spesies ini mengalami tekanan dari hilangnya habitat akibat penggundulan hutan, konversi lahan, dan aktivitas manusia lainnya yang memperkecil wilayah hutan.

Pada banyak kasus, hutan yang menjadi rumah bagi kuskus beruang kini berubah fungsi menjadi lahan pertanian, pemukiman, atau ruang industrial yang tidak dapat lagi mendukung kehidupan satwa arboreal ini.

Ancaman lain yang disebutkan oleh IUCN adalah perburuan dan perdagangan satwa liar, meskipun relatif jarang dibandingkan tekanan dari penggundulan hutan. Terlebih, kuskus beruang hidup tersembunyi di kanopi dan jarang bersuara, keberadaannya sering luput dari pengamatan, sehingga pendataan dan pemantauan populasi menjadi sulit.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.