Lubang bekas tambang telan korban lagi. Pada 9 Januari lalu seorang anak tewas di lubang bekas tambang batubara di belakang Menara STO Telkom Kintap. Lubang menganga yang terisi air hingga menyerupai danau. Jaraknya sekitar satu km dari rumah NS di Desa Kintap Kecil, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel). Perempuan 33 tahun ini pun kepikiran nasib putri sulungnya, AN. “Saya langsung menangis dan berteriak histeris, sambil berlari ke sana. Bahkan tanpa sadar, anak saya paling kecil, saya tinggal di tepi jalan,” katanya. Di sana, puluhan warga telah berkumpul. Air muka mereka muram, menyiratkan ada malapetaka. NS mendekat, dan mendapati kabar buah hatinya yang berusia 12 tahun itu tenggelam di dalam lubang. Seketika dia limbung. Dada sesak. Tangis pecah mengiringi upaya pencarian anaknya, yang baru ketemu, sudah tak bernyawa, setelah maghrib. “Saya tidak tahu bagaimana kronologis pastinya. Tapi saya diberitahu kalau anak saya jatuh ketika akan mengambil sandalnya yang terlepas di pinggir lubang. Tanah yang dipijaknya tiba-tiba runtuh. Dia tercebur.” Relawan SAR, katanya, menemukan AN 15 meter di dalam lubang. Tubuh kaku setelah diangkat. NS bilang, remaja kelas satu tsanawiyah itu penurut dan jarang keluyuran jauh, bahkan untuk sekadar jajan ke mini market. Sepulang sekolah, AN biasanya lebih sering berdiam di rumah, mengulang pelajaran. Hari itu, pagi sampai siang, AN pun hanya di rumah. Sebab, sekolah sedang libur saat Jumat, karena ada pelaksanaan pengajian rutin. “Biasanya ia pergi ke pengajian, tapi hari itu tidak.” Dia tidak tahu kenapa AN melangkah menuju lokasi maut itu usai menjemput adiknya. Padahal, mereka biasanya cuma…This article was originally published on Mongabay
Lubang Bekas Tambang Batubara Kalsel Telan Korban Lagi
Lubang Bekas Tambang Batubara Kalsel Telan Korban Lagi





Comments are closed.