Arina.id — Film terbaru sutradara Christopher Nolan, The Odyssey, berhasil menembus pendapatan lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp17,8 triliun di box office global.
Capaian tersebut membuat The Odyssey berada di jalur untuk menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang karier Nolan. Film yang dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus itu kini hanya berjarak sekitar US$82 juta dari The Dark Knight Rises, yang selama ini menjadi film terlaris Nolan.
Sementara itu, pendapatan The Odyssey juga telah mendekati The Dark Knight, yang berada di kisaran US$1,01 miliar secara global.
Mengutip laporan box office terbaru, The Odyssey telah meraup sekitar US$430 juta dari pasar Amerika Serikat dan US$570 juta dari pasar internasional.
Dengan angka tersebut, film yang mengadaptasi epos Yunani karya Homer itu berpotensi melewati dua film Batman karya Nolan dalam waktu dekat.
Pencapaian tersebut terbilang besar mengingat The Dark Knight dan The Dark Knight Rises merupakan bagian dari trilogi Batman Nolan yang memiliki basis penggemar sangat kuat di seluruh dunia.
The Dark Knight dirilis pada 2008 dan dibintangi Christian Bale sebagai Bruce Wayne/Batman. Film tersebut juga menampilkan Heath Ledger sebagai Joker dan menjadi salah satu film paling sukses pada masanya. Sedangkan The Dark Knight Rises dirilis pada 2012 dan menjadi penutup trilogi Batman Nolan.
Nolan Jadi Daya Tarik Box Office
Kesuksesan The Odyssey semakin memperkuat posisi Nolan sebagai salah satu sutradara yang mampu menjadi daya tarik utama sebuah film. Sebelumnya, Nolan membuktikan hal serupa melalui Oppenheimer yang dirilis pada 2023.
Film tersebut mengisahkan J. Robert Oppenheimer, ilmuwan yang terlibat dalam pengembangan bom atom Amerika Serikat selama Perang Dunia II.
Berbeda dengan film superhero atau waralaba besar, Oppenheimer tidak mengandalkan karakter populer untuk menarik penonton. Namun film tersebut berhasil meraup sekitar US$976 juta secara global dan memenangkan tujuh penghargaan Oscar, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Nolan.
Kesuksesan tersebut menunjukkan bahwa nama Nolan memiliki pengaruh besar terhadap minat penonton untuk datang ke bioskop. Hal serupa terjadi pada The Odyssey. Film ini mengadaptasi kisah perjalanan Odysseus dalam epos The Odyssey karya penyair Yunani kuno Homer. Ceritanya mengikuti perjalanan Odysseus untuk kembali ke Ithaca setelah Perang Troya.
Selain Matt Damon, film tersebut dibintangi Anne Hathaway, Tom Holland, Robert Pattinson, Zendaya, Lupita Nyong’o dan sejumlah aktor lainnya.
Direkam dengan Kamera IMAX
Salah satu keunikan The Odyssey adalah teknologi produksinya. Film tersebut menjadi film pertama yang direkam seluruhnya menggunakan kamera film IMAX. Nolan dikenal sebagai salah satu sutradara Hollywood yang konsisten menggunakan format film berukuran besar untuk memberikan pengalaman layar lebar kepada penonton.
IMAX melaporkan The Odyssey menghasilkan US$52 juta dari jaringan IMAX pada pekan pembukaannya secara global. Angka tersebut menjadi salah satu pembukaan terbesar untuk film Nolan dalam jaringan IMAX.
Penggunaan format premium juga membuat sebagian penonton membayar harga tiket lebih tinggi dibandingkan tiket bioskop reguler. Hal itu menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan pendapatan film.
Belum Tayang di China dan Jepang
Perjalanan The Odyssey di box office global juga belum selesai. Film tersebut dijadwalkan tayang di China pada 14 Agustus 2026 dan Jepang pada 11 September 2026. Kedua negara tersebut merupakan pasar film besar di Asia sehingga masih membuka peluang tambahan pendapatan bagi film tersebut.
Dengan tambahan pendapatan dari kedua pasar itu, The Odyssey berpotensi memperlebar jaraknya dari The Dark Knight dan The Dark Knight Rises.
Jika berhasil melewati kedua film tersebut, The Odyssey akan menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang karier Christopher Nolan.





Comments are closed.