Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mencari Jejak ‘Petani Hutan’ di Hutan Papua

Mencari Jejak ‘Petani Hutan’ di Hutan Papua

mencari-jejak-‘petani-hutan’-di-hutan-papua
Mencari Jejak ‘Petani Hutan’ di Hutan Papua
service

Yuk, ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan berita terbaru setiap harinya. Burung itu berjalan tegap, lehernya panjang tanpa bulu dan berwarna biru, kuning, sedikit merah. Warnanya mencolok dengan bagian tubuh lainnya yang dominan bulu berwarna hitam. Itu burung kasuari yang terekam jelas dalam kamera trap yang dipasang Tim Laman, tim Rekam Nusantara bersama masyarakat adat di Kampung Malagufuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Kamera trap itu merekam kasuari berjalan pelan di sekitarnya, lalu mematuk biji-bijian yang berserakan. Sesekali ada individu kasuari lain membawa anaknya dengan warna bulu dominan cokelat. Perjalanan panjang untuk menemukan dan merekam burung ini dikemas dalam film dokumenter In Search of The Northern Cassowary. Selain film tentang kasuari, film Island of the Hornbills juga turut diputar dalam rangkaian Flora Malesiana Symposium XII dan Nature-Based Solutions Conference di Manokwari pada Februari lalu. Keduanya merupakan kolaborasi karya Cornell Lab of Ornithology dan Indonesia Nature Film Society (INFIS), unit produksi film Yayasan Rekam Nusantara. Yoki Hadiprakarsa, ornitolog Yayasan Rekam Nusantara menyebutkan ada tiga kelompok burung yang bekerja tanpa henti sebagai arsitek alam yang membangun ekosistem hutan Papua. Yakni, burung rangkong, kasuari dan cendrawasih. “Ada pembagian tugas, rangkong di kanopi atas, kasuari bagian lantai hutan dan cendrawasih di tengah. Merekalah yang berperan untuk menebarkan biji-bijian seantero hutan,” ujarnya dalam Pemutaran dan Diskusi Film Merayakan Keragaman Papua di Manokwari, Februari lalu. Kasuari, spesies endemik Papua. Foto: Rhett Butler/Mongabay Dia menambahkan, burung-burung ini yang memastikan hutan Papua tetap sehat dan mampu pulih dari kerusakan, baik secara alami maupun aktivitas manusia. Penelitian dari Charles…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.