Fri,29 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Tidak Ada Satu Pun Jembatan yang Melintasi Sungai Amazon?

Mengapa Tidak Ada Satu Pun Jembatan yang Melintasi Sungai Amazon?

mengapa-tidak-ada-satu-pun-jembatan-yang-melintasi-sungai-amazon?
Mengapa Tidak Ada Satu Pun Jembatan yang Melintasi Sungai Amazon?
service

Meskipun membentang sepanjang 6.800 kilometer, tidak ada satu pun jembatan yang melintasi batang utama Sungai Amazon. Ketiadaan ini bukan mencerminkan ketidakmampuan rekayasa manusia, melainkan keputusan logis yang mempertimbangkan faktor teknis, ekonomi, dan lingkungan. Karakteristik alam Amazon yang sangat dinamis menjadi hambatan utama: lebar sungai dapat membengkak dari 3 km di musim kemarau menjadi hampir 50 km saat musim hujan, sementara tanah tepian terdiri dari sedimen lunak yang terus tererosi. Membangun fondasi jembatan mengharuskan pengeboran hingga ratusan meter untuk mencapai batuan induk, dan arus kuat yang membawa batang pohon raksasa berisiko menghantam pilar struktur. Biaya konstruksi dan perawatan diperkirakan mencapai sepuluh kali lipat dibanding jembatan serupa di wilayah lain. Secara fungsional, kebutuhan jembatan permanen juga belum mendesak. Sebagian besar wilayah yang dilintasi Amazon adalah hutan lebat dengan populasi jarang, dan transportasi air seperti feri serta kapal motor tetap menjadi moda paling efisien dan fleksibel bagi masyarakat lokal. Sungai Amazon justru berfungsi sebagai “jalan raya” alami yang ekonomis: kapal kargo laut dalam mampu menembus ribuan kilometer ke pedalaman hingga Manaus, dan kapal tongkang dapat mengangkut ribuan ton barang dengan biaya lebih murah dibanding truk. Membangun jembatan tanpa jaringan jalan yang memadai di kedua sisinya akan menjadi investasi sia-sia. Riset 2025 oleh Amazon Conservation Association menambahkan perspektif konservasi: pembangunan jembatan lintas sungai diprediksi dapat memicu deforestasi hingga 40% dalam satu dekade. Akses darat permanen akan memudahkan spekulan tanah, penebangan liar, dan pertambangan ilegal masuk ke area hutan yang sebelumnya terproteksi secara alami. Hal ini mengancam peran Amazon sebagai “pompa biotik” pengatur iklim global…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.