Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Menhut serahkan penyelidikan penyebab karhutla di Bromo kepada aparat

Menhut serahkan penyelidikan penyebab karhutla di Bromo kepada aparat

menhut-serahkan-penyelidikan-penyebab-karhutla-di-bromo-kepada-aparat
Menhut serahkan penyelidikan penyebab karhutla di Bromo kepada aparat
service

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mempercayakan proses penyelidikan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur kepada aparat penegak hukum.

“(Penyelidikan) kami serahkan kepada penegak hukum,” kata Menhut, ketika ditanya kemungkinan unsur kesengajaan pemicu kebakaran, dalam keterangan pers yang disampaikan di Kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu.

Menhut menegaskan bahwa aparat penegak hukum memiliki komitmen kuat menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan aktivitas terlarang yang memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

“Siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman setimpal,” kata dia.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sebelumnya pada Jumat (7/8), menyampaikan penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo diduga karena aktivitas manusia.

Dugaan tersebut didasari oleh munculnya titik awal kebakaran di area Blok Bantengan.

Balai Besar TNBTS menyebut terdapat jalur tradisional atau jalan tembusan yang menghubungkan antara Desa Arjosari dengan Ranu Pani di lokasi tersebut

Pihak TNBTS berpendapat adanya kemungkinan aktivitas membuat perapian saat cuaca dingin di area tersebut, namun tidak dipadamkan dengan baik.

Oleh karena itu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar menghindari penggunaan api saat beraktivitas di wilayah hutan karena bisa memicu terulangnya peristiwa kebakaran.

Menhut menambahkan kondisi cuaca saat akibat fenomena El Nino berdampak pada musim kemarau yang berlangsung lebih kering.

“Sekali lagi mohon tidak bermain api,” ujar Raja Juli.

Dalam kunjungannya ke Gunung Bromo, Menhut meninjau langsung pemadaman api menggunakan helikopter water bombing atau pengebom air di area hutan yang terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Menhut Raja Juli didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, beserta jajaran pejabat daerah dari Kabupaten Probolinggo.

Baca juga: Menhut sebut “water bombing” dioptimalkan padamkan api di lereng Bromo

Baca juga: Tim reaksi cepat BPBD Lumajang tangani karhutla kawasan wisata Bromo

Baca juga: Karhutla di Gunung Bromo semakin meluas akibat angin kencang

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.