Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Menkes: Perundungan Jadi Keluhan Utama Dokter, Mayoritas Dilakukan Senior

Menkes: Perundungan Jadi Keluhan Utama Dokter, Mayoritas Dilakukan Senior

menkes:-perundungan-jadi-keluhan-utama-dokter,-mayoritas-dilakukan-senior
Menkes: Perundungan Jadi Keluhan Utama Dokter, Mayoritas Dilakukan Senior
service

Jakarta, NU Online 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa perundungan menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan oleh tenaga medis di Indonesia. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan, sebagian besar kasus tersebut terjadi di lingkungan profesi kesehatan dan melibatkan rekan kerja yang lebih senior.

Pernyataan itu disampaikan Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

“Yang agak mengagetkan saya, ternyata paling banyak yang dikeluhkan oleh dokter adalah perundungan,” kata Budi dalam rapat.

Menurut dia, Kementerian Kesehatan saat ini sedang mengidentifikasi berbagai bentuk tekanan dan persoalan yang dihadapi tenaga medis maupun tenaga kesehatan dalam menjalankan pekerjaannya. Dari hasil pendataan sementara, perundungan muncul sebagai keluhan yang paling dominan.

“Ternyata yang paling banyak adalah memang yang mengalami perundungan, dan ini sebagian besar dari teman-teman atau seniornya. Nah, masing-masing kelompok pressure ini, atau ketidaknyamanan dokter ini, kita identifikasi dan kita akan bereskan satu per satu ya,” bebernya.

Budi menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan beban kerja dan pelayanan pasien. Dalam sejumlah kasus, ancaman juga muncul dari lingkungan kerja mereka sendiri, mulai dari tekanan fisik hingga praktik perundungan antarsejawat.

“Ada ancaman fisik, belum tentu dari pasien, ini juga kita mesti jaga, terutama ini di daerah konflik. Yang paling menarik, ada ancaman pembullyan dari sesama teman sejawat, dan ini tinggi,” jelas Budi.

Menkes Soroti Ketimpangan Pendapatan Dokter

Dalam rapat yang sama, Budi juga menyinggung kesenjangan pendapatan yang masih terjadi di kalangan dokter. Ia menyebut terdapat perbedaan penghasilan yang sangat mencolok antara satu dokter dengan dokter lainnya, baik karena lokasi penugasan maupun jenis praktik yang dijalani.

Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki rentang pendapatan paling lebar. Sebagian dokter dapat memperoleh penghasilan sangat tinggi, sementara sebagian lainnya menerima pendapatan yang jauh lebih rendah.

“Saya enggak enak menyampaikan, di Jakarta sendiri pasti Bapak-Ibu tahu. Ada yang dapat order sebulan miliaran, ada yang dapat sebulan, ya kita sering dengar itu seperti tukang parkir yang ratusan ribu,” kata Budi.

Ia juga mencontohkan perbedaan tunjangan yang diterima dokter spesialis di sejumlah daerah. Menurutnya, besaran insentif yang diterima tenaga kesehatan dapat berbeda sangat jauh meskipun mereka memiliki latar belakang pendidikan dan kompetensi yang sama.

“Saya menyadari, biar bagaimanapun teman-teman dokter spesialis yang sama, lulusannya sama, dapat gap seperti ini pasti akan sedih. Kok teman saya di sana bisa dapat Rp 80 juta, saya Rp 3 juta. Ada dokter gigi di Indragiri Riau Rp 1 juta, di Cianjur Jawa Barat Rp 30 juta tunjangannya,” katanya.

Budi menilai perbedaan tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pemerataan tenaga kesehatan nasional. Selain berdampak pada kesejahteraan dokter, ketimpangan insentif juga berpotensi memengaruhi distribusi tenaga medis antarwilayah.

Temuan mengenai tingginya angka perundungan dan masih lebarnya kesenjangan pendapatan dokter itu disampaikan pemerintah sebagai bagian dari evaluasi terhadap kondisi sumber daya manusia kesehatan di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus memetakan berbagai persoalan yang dihadapi tenaga medis untuk menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.