Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Penemuan Spesies Baru dan Tantangannya

Opini: Penemuan Spesies Baru dan Tantangannya

opini:-penemuan-spesies-baru-dan-tantangannya
Opini: Penemuan Spesies Baru dan Tantangannya
service

Sepanjang tahun 2025, para taksonom berhasil menemukan 154 taksa baru yang terdiri 1 subspesies, 146 spesies, dan 7 genera. Semua itu, termasuk dalam kelompok hewan berbuku (Arthropoda), hewan bertulang belakang (Chordata), keong (Mollusca), cacing (Annelida), dan cacing pipih (Platyhelminthes). Temuan tersebut dikenalkan oleh 67 penulis pertama dari seluruh dunia, yang didominasi Indonesia (20 penulis), Jerman (6 penulis) dan Republik Ceko (6 penulis). Hasil riset ini diterbitkan di 76 paper taksonomi pada 32 jurnal ilmiah. Peneliti Indonesia, menyumbang hampir 30% (55 taksa) dari total temuan baru, yang 14 penulis pertama tersebut berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Berdasarkan sebaran, temuan baru paling banyak berada di Sumatera (39 taksa), diikuti Sulawesi (30 taksa), dan Papua (23 taksa). Jawa, sebagai pulau paling padat penduduknya, menyumbang 17 taksa. Ini menunjukkan, dengan kondisi pulau-pulau yang tersebar dan sangat luas, potensi temuan taksa baru di Indonesia sangat terbuka lebar. Inilah laba-laba peloncat mungil, (Chalcovietnamicus tikus) yang ditemukan di hutan pedalaman Jambi. Foto: Dok. Naufal Urfi D/Species Obscura Dari kanopi hutan hingga gelapnya gua Di Simeulue, sebuah pulau kecil di lepas pantai Aceh, ditemukan tokek baru bernama Cyrtodactylus maryantoi. Spesies yang dideskripsi oleh Awal Riyanto dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN ini, sangat penting karena memperkuat bukti bahwa pulau-pulau kecil memiliki spesies unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Di pedalaman Jambi, taksonom laba-laba muda Indonesia, Naufal Urfi dari Species Obscura, bersama kolega menemukan 23 spesies laba-laba. Salah satunya, laba-laba peloncat mungil, Chalcovietnamicus tikus yang ditemukan menggunakan metode unik yaitu canopy fogging.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.