Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

meski-dhaif,-konsep-tiga-fase-ramadan-tetap-populer-di-masyarakat
Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat
service

Mubadalah.id – Hadis yang menyebutkan bahwa sepuluh hari pertama Ramadan adalah rahmat, sepuluh hari kedua maghfirah, dan sepuluh hari terakhir pembebasan dari neraka, dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim. Narasi tersebut kerap disampaikan dalam ceramah dan pengajian selama bulan puasa.

Namun, mayoritas ulama hadis menilai riwayat tersebut berstatus lemah (dhaif). Sejumlah pakar hadis, termasuk ulama kontemporer Muhammad Nasiruddin al-Albani, menyatakan bahwa sanad hadis tersebut tidak memenuhi kriteria kesahihan.

Bahkan sejumlah ahli hadis juga menyampaikan bahwa yang menilai kualitas periwayatannya tidak kuat. Karena itu, hadis tersebut tidak masuk dalam kategori sahih maupun hasan menurut standar metodologi ilmu hadis.

Meski demikian, sebagian ulama tetap mencantumkan riwayat tersebut dalam karya-karya bertema keutamaan amal. Ulama asal India, Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi, misalnya, memasukkan hadis tersebut dalam kitab Fadhilah Ramadan sebagai bagian dari literatur motivasional tentang keutamaan bulan puasa.

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun pembagian tiga fase tersebut tidak memiliki dasar riwayat yang kuat. Namun substansi mengenai Ramadan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari neraka memiliki landasan dalam hadis-hadis lain yang sahih.

Dalam berbagai riwayat yang terakui keabsahannya, menyebutkan bahwa pintu surga terbuka, pintu neraka tertutup, dan setan-setan terbelenggu selama Ramadan. Riwayat-riwayat tersebut memperkuat gambaran umum bahwa Ramadan adalah momentum spiritual yang sarat keberkahan.

Dengan demikian, perdebatan mengenai status hadis tiga fase tidak mengubah pemahaman dasar bahwa Ramadan memiliki nilai keutamaan yang besar dalam tradisi Islam. Fokus utama para ulama tetap pada penguatan ibadah dan peningkatan kualitas spiritual selama bulan tersebut. []

Sumber Tulisan: Pernah Dengar Kalau Ramadan itu Terbagi Tiga?

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.