Jakarta, NU Online
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia seiring meluasnya musim kemarau. Dalam satu hari, sedikitnya puluhan hektare lahan terbakar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian karhutla yang terjadi pada Jumat (10/7/2026). Berdasarkan data BNPB, kebakaran pertama terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sekitar pukul 16.00 WIB. Lahan seluas tiga hektare di Desa Tatung, Kecamatan Balong, hangus dilalap api.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB. Lahan seluas dua hektare di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, ikut terbakar.
“Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang pada Jumat pukul 17.00 WIB. Lahan seluas dua hektare yang berada di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, hangus terbakar,” ujarnya pada Ahad (12/7/2026).
Di Jawa Tengah, karhutla terjadi di dua desa di Kabupaten Banyumas, yakni Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja, dan Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati.
“Total luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare, dengan rincian dua hektare di Desa Pamijen dan satu hektare di Desa Karangtalun Kidul,” katanya.
Sementara itu, di luar Pulau Jawa, kebakaran lahan juga terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 11,5 hektare, terdiri atas 5,5 hektare di Kelurahan Cempaka, tiga hektare di Kelurahan Guntung Manggis, dan tiga hektare di Kecamatan Landasan Ulin Selatan.
Karhutla dengan dampak terluas terjadi di Provinsi Kalimantan Timur. Di Kabupaten Kutai Barat, sedikitnya 60 hektare lahan terbakar di Kampung Dingin, Kecamatan Lawa, serta Kampung Emas, Kecamatan Empas. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam keselamatan warga.
“Akibat kebakaran ini, BPBD Kabupaten Kutai Barat bersama aparat terkait langsung mengevakuasi satu warga ke fasilitas kesehatan setelah pingsan akibat terlalu banyak menghirup asap kebakaran,” kata Abdul.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Total lahan yang terbakar mencapai empat hektare, masing-masing tiga hektare di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, dan satu hektare di Desa Jembayan Tengah.
Abdul mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui sosialisasi bahaya kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan, patroli titik panas (hotspot) secara rutin, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
“BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan kering, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melapor kepada petugas setempat apabila menemukan pihak yang membakar hutan dan lahan,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Senin (13/7/2026), sebanyak 423 Zona Musim (ZOM) atau 60,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.





Comments are closed.