Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Musim Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla di Empat Provinsi

Musim Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla di Empat Provinsi

musim-kemarau-meluas,-bnpb-catat-karhutla-di-empat-provinsi
Musim Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla di Empat Provinsi
service

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia seiring meluasnya musim kemarau. Dalam satu hari, sedikitnya puluhan hektare lahan terbakar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian karhutla yang terjadi pada Jumat (10/7/2026). Berdasarkan data BNPB, kebakaran pertama terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sekitar pukul 16.00 WIB. Lahan seluas tiga hektare di Desa Tatung, Kecamatan Balong, hangus dilalap api.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB. Lahan seluas dua hektare di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, ikut terbakar.

“Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang pada Jumat pukul 17.00 WIB. Lahan seluas dua hektare yang berada di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, hangus terbakar,” ujarnya pada Ahad (12/7/2026).

Di Jawa Tengah, karhutla terjadi di dua desa di Kabupaten Banyumas, yakni Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja, dan Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati.

“Total luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare, dengan rincian dua hektare di Desa Pamijen dan satu hektare di Desa Karangtalun Kidul,” katanya.

Sementara itu, di luar Pulau Jawa, kebakaran lahan juga terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 11,5 hektare, terdiri atas 5,5 hektare di Kelurahan Cempaka, tiga hektare di Kelurahan Guntung Manggis, dan tiga hektare di Kecamatan Landasan Ulin Selatan.

Karhutla dengan dampak terluas terjadi di Provinsi Kalimantan Timur. Di Kabupaten Kutai Barat, sedikitnya 60 hektare lahan terbakar di Kampung Dingin, Kecamatan Lawa, serta Kampung Emas, Kecamatan Empas. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

“Akibat kebakaran ini, BPBD Kabupaten Kutai Barat bersama aparat terkait langsung mengevakuasi satu warga ke fasilitas kesehatan setelah pingsan akibat terlalu banyak menghirup asap kebakaran,” kata Abdul.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Total lahan yang terbakar mencapai empat hektare, masing-masing tiga hektare di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, dan satu hektare di Desa Jembayan Tengah.

Abdul mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui sosialisasi bahaya kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan, patroli titik panas (hotspot) secara rutin, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

“BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan kering, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melapor kepada petugas setempat apabila menemukan pihak yang membakar hutan dan lahan,” tegasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Senin (13/7/2026), sebanyak 423 Zona Musim (ZOM) atau 60,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.