Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Nakes Diduga Hina Pasien BPJS, DPR Desak Kemenkes Investigasi

Nakes Diduga Hina Pasien BPJS, DPR Desak Kemenkes Investigasi

nakes-diduga-hina-pasien-bpjs,-dpr-desak-kemenkes-investigasi
Nakes Diduga Hina Pasien BPJS, DPR Desak Kemenkes Investigasi
service

Jakarta, NU Online

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengusut rumah sakit yang diduga menelantarkan pasien BPJS Kesehatan, menyusul video viral yang menampilkan seorang tenaga kesehatan merendahkan pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan. Yurizal sebelumnya mengeluhkan lamanya antrean kamar rawat inap, dan kini dikabarkan telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

“Kemenkes harus melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana yang tidak memberikan pelayan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” kata Yahya kepada wartawan, Kamis (5/8/2026).

Yahya juga meminta Kemenkes menjatuhkan sanksi tegas kepada tenaga kesehatan yang dinilai tidak berempati terhadap unggahan Yurizal di media sosial.

“Kemenkes harus memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis yang tidak berempati kepada pasien apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan,” ujar Yahya.

Ia menyoroti pola perlakuan yang menurutnya kerap dialami pasien BPJS Kesehatan di berbagai rumah sakit, yang menurutnya kerap ditempatkan sebagai prioritas kedua dibanding pasien umum.

“Banyak rumah sakit yang kurang memberikan perhatian terhadap pasien BPJS Kesehatan. Saya banyak mendapatkan pengaduan masyarakat soal tersebut,” katanya.

Yahya meminta Kemenkes memperkuat edukasi etika kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis agar mengutamakan pelayanan dan empati kepada setiap pasien.

“Edukasi terkait etika menjadi sangat penting agar tenaga kesehatan dan tenaga medis tidak menyampaikan perkataan yang menyakiti pasien dan masyarakat pada umumnya. Profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis merupakan profesi yang terhormat. Jadi mereka juga harus punya rasa hormat terhadap setiap pasien di rumah sakit,” kata dia.

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Ia mengaku sudah delapan jam menunggu tanpa kepastian kamar rawat inap, tanpa menyebut nama rumah sakit tempatnya dirawat.

“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs,” tulis Yurizal.

Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar yang merundung Yurizal sebagian menyarankannya pindah ke ruang jenazah agar lebih cepat mendapat kamar, sebagian lain melontarkan komentar bernada merendahkan yang dibungkus candaan.

Sejumlah akun yang berkomentar diduga publik merupakan milik dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lain berdasarkan informasi di profil media sosial mereka meski identitas dan profesi tersebut belum diverifikasi secara independen.

Perbincangan kembali ramai setelah kabar duka wafatnya Yurizal disampaikan sepupunya melalui media sosial pada 31 Juli 2026, yang membuat unggahan lama Yurizal viral kembali.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.